Ketahui! Minum Obat Diabetes Jangka Panjang Bisa Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | koran-jakarta.com | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 11:30
Ketahui! Minum Obat Diabetes Jangka Panjang Bisa Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Pasien rutin meminum obat dengan jangka waktu yang panjang, banyak yang resah akan efek samping dan gangguan ginjal. Meski begitu, untuk beberapa penyakit kronis, minum obat jangka panjang merupakan keharusan untuk mempertahankan fungsi-fungsi di dalam tubuh tetap bekerja optimal. Lantas bagaimana solusinya?

Menurut dokter spesialis ilmu penyakit dalam Tri Juli Edi Tarigan, penyakit kronik yang diderita memang membutuhkan penggunaan obat jangka panjang hingga seumur hidup. Akan tetapi konsumsi obat penyakit-penyakit kronik sangat kecil berdampak pada ginjal.

"Karena perlu diminum seumur hidup, obat-obatan penyakit kronik sudah diteliti, dirancang sedemikian rupa supaya memiliki efek samping minimal pada ginjal," katanya.

Meski begitu, Tri Juli memesankan agar orang dengan penyakit kronik seperti diabetes atau penyakit jantung untuk tidak ragu dalam meminum obat. Karenanya manfaat yang diperoleh dari obat jauh lebih besar daripada dampaknya pada ginjal.

Hal tersebut dijelaskan, penyakit kronik bukanlah suatu hal yang serta merta terjadi dan disembuhkan. Langkah tersebut terjadinya penyakit membutuhkan waktu bertahun-tahun, demikian juga pengobatannya.

"Penyakit kronik seperti diabetes tidak bisa disembuhkan seperti halnya penyakit tifus atau tuberkulosis, tetapi membutuhkan pengelolaan yang berlangsung seumur hidup," papar dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM).

Pasien dengan pengelolaan diabetes antara lain yaitu dengan melakukan mendapatkan edukasi mengenai diabetes, pengaturan makan, cukup beraktivitas fisik, minum obat atau suntik insulin, dan memonitor gula darah secara teratur.

Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan penderita diabetes juga mengalami gangguan ginjal. Namun lebih sering gangguan tersebut terjadi karena komplikasi dari diabetes itu sendiri, bukan dari dampak mengonsumsi obat.

"Keduanya tentu berbeda. Dan jika sudah mengalami gangguan ginjal maka pengobatan untuk diabetes pun menjadi lebih terbatas untuk beberapa jenis obat saja," kata dia.

Artikel Asli