Taliban Larang Wanita Afghanistan Pergi Jarak Jauh Tanpa Ditemani Pria

Gaya Hidup | okezone | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 04:07
Taliban Larang Wanita Afghanistan Pergi Jarak Jauh Tanpa Ditemani Pria

JAKARTA - Otoritas Taliban Afghanistan menjelaskan, wanita yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh tidak boleh ditawari transportasi darat, kecuali mereka ditemani oleh kerabat dekat pria.

Melansir Daily Sabah, aturan tersebut dimaksudkan untuk penyebaran kebajikan dan pencegahan kejahatan.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus, Taliban telah memberlakukan berbagai pembatasan pada perempuan. Misalnya mereka juga meminta semua pemilik kendaraan untuk menawarkan tumpangan hanya kepada wanita yang mengenakan jilbab.

Langkah ini menambah banyak larangan Taliban lainnya, yang secara khusus ditujukan kepada wanita Afghanistan dalam peran sektor publik, termasuk untuk kembali bekerja setelah perebutan kekuasaan mereka pada 15 Agustus. Sementara di sektor pendidikan, sebagian besar anak perempuan Afghanistan juga masih terputus dari sekolah menengah.

Cerita Bette Nash Pramugari Tertua di Dunia, Pernah Terbang Bersama John F Kennedy

Sering Ingin Buang Angin Saat Naik Pesawat? Ternyata Ini Penyebabnya

Aturan baru ini tetap diterbitkan meskipun kelompok itu berusaha untuk memproyeksikan citra moderat secara internasional, dalam upaya untuk memulihkan bantuan yang ditangguhkan sejak tahap akhir penarikan militer Amerika Serikat (AS) yang kacau.

"Wanita yang bepergian lebih dari 72 km (45 mil) tidak boleh ditawari tumpangan jika mereka tidak ditemani oleh anggota keluarga dekat," kata juru bicara kementerian Sadeq Akif Muhajir.

Selain itu, aturan terbaru yang beredar di jejaring media sosial, juga meminta orang-orang untuk berhenti memutar musik di kendaraan mereka.

Beberapa pekan lalu, kementerian Taliban meminta saluran televisi Afghanistan untuk berhenti menayangkan drama dan sinetron yang menampilkan aktor wanita. Ia juga meminta jurnalis TV perempuan untuk mengenakan jilbab saat melaporkan berita.

Muhajir mengatakan, jilbab juga akan diperlukan untuk wanita yang mencari transportasi. Taliban tidak mendefinisikan secara jelas soal jilbab yang dimaksud, yang hanya menutup rambut hingga cadar atau penutup seluruh tubuh. Adapun sebagian besar wanita Afghanistan sebenarnya sudah mengenakan jilbab.

Artikel Asli