Ditarget Akhir Desember, Capaian Vaksin Pandeglang Tinggal 7 Persen lagi

Gaya Hidup | bantennews.co.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 01:17
Ditarget Akhir Desember, Capaian Vaksin Pandeglang Tinggal 7 Persen lagi

PANDEGLANG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus menggenjot target capaian vaksinasi hingga akhir tahun ini. Pandeglang menargetkan hingga akhir tahun capaian vaksinasi bisa sampai 65 persen.

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengatakan, hingga saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Pandeglang baru mencapai 52 persen dari yang sudah ditargetkan.

Sekarang kita di angka 52 persen, kita akan terus kejar hingga akhir Desember kurang lebih bisa di angka 65 persen. Di sisa waktu satu minggu ini kita akan kerja ekstra secara terpadu bersama TNI, Polri, Binwil, Camat dan jajaran puskesmas untuk mengejar baik vaksinasi maupun input data ke P-care, kata Tanto usai rapat koordinasi percepatan vaksinasi di pendopo, Senin (27/12/2021).

Dikatakan Tanto, jika di lapangan menemukan problem terkait ketidak sepadanan Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK), ia berharap segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Dinad Kesehatan (Dinkes).

Waktu kita terbatas, sampai akhir tahun harus 65 persen, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya percepatan vaksinasi, ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinkes Kabupaten Pandeglang, Raden Dewi Setiani menyampaikan percepatan vaksinasi terus dilakukan beberapa kegiatan di antaranya gebyar vaksinasi di seluruh puskesmas di luar kegiatan harian, door to door turun ke kampung dengan menurunkan 50 persen dari jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas, dan membuka gerai vaksinasi di OPD pelayanan.

Capaian saat ini Kabupaten Pandeglang dosis satu hasil input P-Care 51 persen manualnya 52,7 persen. Untuk dosis dua hasil input 27,5 persen manual 32,2 persen, sedangkan lansia 37,7 persen, terangnya.

Dengan adanya target harus mencapai angka 65 persen pada akhir Desember, Dewi mengataka pihaknya akan berupaya bersama tim di lapangan khususnya tenaga kesehatan dengan terus menggenjot capaian vaksinasi dan input P-care.

Kita memang ada seperti bantuan untuk pergerakan sasaran belum optimal, bantuan tenaga yang di-BKO-kan untuk input data belum optimal, kesulitan kontrol hasil vaksinasi ke dalam input P-care, dan data hasil vaksinasi tersebar dimana-mana. Kita terus benahi, supaya hasil vaksinasi yang belum terinput bisa segera diinput, tutupnya. (Med/Red)

Artikel Asli