Keseruan Boy George Rahman Mengoleksi Uang

Gaya Hidup | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 17:48
Keseruan Boy George Rahman Mengoleksi Uang

Bagi Boy George Rahman, uang bukan sekadar alat pembayaran. Uang juga merupakan perekam sejarah, perekat hubungan, sekaligus alat investasi. Hidup ayah tiga anak itu tak bisa dilepaskan dari uang-uang unik yang dikoleksinya sejak era 90-an.

FOLDER-FOLDER tebal memenuhi meja dan sofa ruang tamu rumah Boy George Rahman di Surabaya ketika dijumpai awal Desember. Uang Rp 75 ribu yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) untuk memperingati Hari Kemerdekaan Ke-75 RI terpajang rapi dalam plakat bening. Ada pula koleksi mata uang asing dalam edisi khusus.

Setiap koleksi unik itu punya cerita. Kalau ini, uang yang dikeluarkan bank sentral Brunei Darussalam dan Singapura untuk memperingati 50 tahun hubungan bilateral kedua negara, katanya sambil menunjukkan sebuah halaman folder book berisi dua lembar uang. Uang-uang tersebut memiliki nominal yang sama, gambar yang sama, dan nomor seri yang sama. Ini same currency, imbuhnya, lantas membolak-balik halaman folder yang lain.

Uang kembar dolar Singapura (SGD) dan Brunei Darussalam (BND) hanya satu di antara ratusan uang langka yang Boy koleksi. Ada yang nomor serinya kembar, ada yang ukurannya jumbo (seukuran kertas A3), ada yang lembarannya tidak terpotong (uncut banknotes), ada yang dikeluarkan bank sentral berpuluh tahun lalu, ada yang nilainya khusus dan tidak diedarkan secara luas, dan ada uang keluaran untuk memperingati momen-momen istimewa.

Boy menjelaskan, uang uncut yang untuk rupiah biasanya terdiri atas dua atau empat lembar bisa didapatkan masyarakat dengan memesan ke Bank Indonesia (BI). Tetapi jumlahnya terbatas sehingga mungkin tidak banyak yang tahu, ucapnya.

Boy lantas hati-hati mengeluarkan uang bersambung yang disimpan dalam wadah tabung. Untuk mendapatkan uang plano (uncut banknotes yang lebih dari delapan lembar) tersebut harus ikut proses lelang dan hanya diikuti kolektor. Penyelenggara lelangnya Java Auction bekerja sama dengan Peruri dan BI, ujarnya, lantas berpose dengan koleksi uniknya itu. Boy membuka uang lembaran seperti sedang membaca koran. Dia lantas tiduran diselimuti uang plano.

Salah satu koleksi unik lainnya adalah uang 100 triliun dolar Zimbabwe (ZWR) keluaran 2008. Uang tersebut merupakan uang dengan angka nol terbanyak di dunia. Boy mendapatkannya dari hasil barter dengan sesama kolektor dari Jakarta. Dibarter dengan uang koin rupiah seri WWF keluaran 1974 koleksi Boy.

Boy juga memiliki uang polimer yang dia sendiri tak tahu dari mana negara asal uang tersebut. Dia mendapatkan uang itu dari penjual (seller) secara borongan. Lantaran penasaran, Boy mengunggahnya di laman Facebook. Saya post foto uangnya, teman-teman juga tidak ada yang tahu itu uang dari negara mana, haha. Tapi, ya tetap saya simpan, kata Boy yang juga ketua Masyarakat Numismatik Surabaya (MNS) itu.

Riwayat karier Boy yang menekuni bidang ekspor membawanya pada pemaknaan yang lebih pada uang. Seiring pekerjaannya yang sering berhadapan dengan urusan custom clearance dan bolak-balik ke money changer, Boy sering melihat mata uang asing. Dia terpikir untuk mengoleksi mata uang dari berbagai negara. Tahap awal, saya koleksi uang ringgit, dinar, riyal, dolar, peso, baht, dan lain-lain yang nilainya 1, ucapnya.

Setelah mulai berkenalan dengan kolektor-kolektor yang lain, Boy belajar bahwa mengoleksi uang rupanya tidak sebatas itu. Hobi numismatika juga bisa menjadi kegiatan investasi. Uang koleksi dapat ditukar atau dijual. Dari situlah seorang kolektor bisa mendapatkan untung, sekaligus menambah jumlah koleksi uang langkanya.

Perjalanan hidup mengantarkan Boy ke hobi yang lain: otomotif. Dia menyenangi motor gede (moge) Harley-Davidson. Namun, anggota Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya itu sebenarnya bukanlah maniak touring. Berkumpul dalam komunitas HDCI baginya adalah sarana mengenalkan uang unik kepada lebih banyak orang.

Seorang ketua komunitas moge sangat berterima kasih kepada Boy karena memberinya uang koin keluaran 19512016. Di antara koin senilai 1 sen hingga Rp 1.000 itu, ada nominal yang mengingatkan si penerima akan uang jajan yang kerap diterima dari ibunya saat masih sekolah. Dia terharu sampai (matanya) berkaca-kaca. Katanya, Saya senang sekali. Ini akan saya kasih lihat ke ibu saya, tutur Boy menirukan ucapan rekannya.

Untuk mengoleksi merchandise moge, terkadang Boy menjual koleksi uangnya. Atau, membantu kolektor menjualkan uangnya kepada kolektor lain. Jadi, uang dan moge ini bisa mengenalkan saya lebih dekat kepada banyak orang, tutur Boy.

MERAWAT KOLEKSI UANG

Uang kertas harus di-cover dengan plastik pelindung agar tidak tersentuh tangan.

Uang koin harus ada kapsul atau slap pelindung

Penyimpanan dilengkapi silica gel agar tidak lembap dan berjamur.

KIAT BOY BERBURU UANG LANGKA

Mengikuti lelang uang langka di Jakarta, Hongkong, dan Singapura

Bertukar koleksi dengan kolektor lain

Menjalin relasi dengan komunitas numismatika

Artikel Asli