Loading...
Loading…
Selamatkan Hewan Laut, Produk Kecantikan Ini Buat Kemasan Ramah Lingkungan

Selamatkan Hewan Laut, Produk Kecantikan Ini Buat Kemasan Ramah Lingkungan

Gaya Hidup | limapagi.id | Jumat, 24 Desember 2021 - 13:45

LIMAPAGI - Sampah plastik di Indonesia sudah tak terbendung lagi. Pada tahun 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat sampah plastik.

Pasalnya, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, sekitar 3 juta ton per tahun.

Ada banyak dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik ini. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan benar akan terbawa sampai ke pantai dan laut.

Dengan begitu, daerah dengan wisata pantai akan rusak pemandangannya akibat sampah plastik tersebut. Namun, tak hanya itu saja. Dampak dari sampah plastik juga akan mengganggu kehidupan hewan-hewan bawah laut.

Andre Saputra, pendiri Indonesia Biru Foundation, dalam rilis yang diterima Limapagi, menceritakan bahwa di bawah laut kantong plastik terlihat seperti ubur-ubur yang mana ini adalah makanan penyu.

Tapi, karena penyu tak bisa membedakan antara plastik dan ubur-ubur, maka penyu memakan plastik tersebut sehingga dapat menyebabkan banyak penyu yang mati.

Melihat fenomena tersebut, salah satu produk kecantikan lokal yakni Bhumi Skincare membuat kemasan isi ulang yang ramah lingkungan. Kemasan isi ulang tersebut terjamin biodegradable dan sustainable.

Karena terbuat dari craft paper , kemasan refill pack tersebut akan terurai secara alami dengan cepat dan mudah. Di dalam kemasan tidak terdapat lapisan plastik sama sekali. Kami juga memastikan bahwa kemasan itu compatible dengan moisturizer yang kami produksi, kata Ahmad Rashed, pemilik Bhumi Skincare.

Original Source

Topik Menarik