Loading...
Loading…
Waduh! Ilmuwan Temukan Virus Corona Varian Omicron `Siluman` yang Sulit Dideteksi saat Tes PCR

Waduh! Ilmuwan Temukan Virus Corona Varian Omicron `Siluman` yang Sulit Dideteksi saat Tes PCR

Gaya Hidup | herstory | Kamis, 09 Desember 2021 - 14:15

Virus corona varian Omicron telah menggerkan berbagai negara, termasuk Indonesia. Pasalnya virus Omicron dikatakan lebih cepat menyebar dibandingkan dengan mutasi virus corona sebelumnya, yakni varian Delta.

Selain itu, ada pula kabar terbaru dari ilmuwan yang menemukan varian Omicron versi \'siluman\' karena tak bisa dibedakan dari varian lain menggunakan tes PCR. Dilansir dari The Guardian (9/12/2021) temuan itu muncul saat jumlah kasus varian Omicron asli yang terdeteksi di Inggris naik 101 menjadi 437 dalam satu hari dan Skotlandia mengumumkan kembali bekerja dari rumah.

Varian siluman memiliki banyak mutasi yang sama dengan Omicron standar, tetapi tak memiliki perubahan genetik tertentu yang memungkinkan tes PCR berbasis laboratorium digunakan sebagai cara kasar dan siap untuk menandai kemungkinan kasus. Varian ini masih terdeteksi sebagai virus corona dengan semua tes biasa dan dapat diidentifikasi sebagai varian Omicron melalui pengujian genomik, tetapi kemungkinan kasus tak ditandai oleh tes PCR rutin yang memberikan hasil lebih cepat.

Para peneliti mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah versi terbaru Omicron akan menyebar dengan cara yang sama seperti varian Omicron standar, tetapi versi terbaru ini secara genetik berbeda dan mungkin juga akan memberikan dampak yang berbeda.

Varian Omicron siluman pertama kali terlihat di antara genom virus Covid yang dikirimkan dalam beberapa hari terakhir dari Afrika Selatan, Australia, dan Kanada, tetapi mungkin sudah menyebar lebih luas.

Penemuan bentuk baru Omicron mendorong para peneliti untuk membagi garis keturunan B.1.1.529 menjadi Omicron standar, yang dikenal sebagai BA.1, dan varian yang lebih baru, yang dikenal sebagai BA.2.

Ada dua garis keturunan dalam Omicron, BA.1 dan BA.2, yang cukup berbeda secara genetik. Kedua garis keturunan mungkin berperilaku berbeda," kata Prof Francois Balloux, direktur Institut Genetika University College London.

Original Source

Topik Menarik