Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Industri Fashion Modest Harus Beradaptasi dengan Teknologi

Gaya Hidup | okezone | Published at Selasa, 30 November 2021 - 21:45
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Industri Fashion Modest Harus Beradaptasi dengan Teknologi

AGAR tetap bertahan, industri fashion harus mengikuti perkembangan seiring dengan memasuki zaman industri 4.0 dan semakin pesatnya dunia digital.

Apalagi penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat makin meningkat. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo dalam gelaran Indonesia Modest Fashion Week World Conference, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).

Wamenparekraf

Angela mengatakan, lalu lintas internet di Indonesia selama masa pandemi ternyata meningkat 40 persen.

Di Indonesia, ada pertumbuhan luar biasa dalam penggunaan lalu lintas internet, hingga 40 persen selama pandemi. Pada awal tahun 2021, tercatat lebih dari 202 juta pengguna internet, meningkat 15,5 persen hanya dalam satu tahun. Artinya penetrasi internet di Indonesia saat ini sudah lebih dari 73 persen, kata Wamenparekraf Angela, ditemui dalam gelaran Indonesia Modest Fashion Week World Conference.

Tidak dipungkiri, salah satu aktivitas dunia maya masyarakat adalah berbelanja online. Termasuk berbelanja barang-barang atau produk-produk sektor ekonomi kreatif seperti fashion.

Seiring dengan kemajuan dunia digital yang makin pesat memang begitu membantu pergerakan ekonomi sektor ekonomi kreatif, termasuk dunia fashion. Oleh karena itu, Angela menekankan, kemajuan digital ini dibarengi dengan tantangan besar yakni beradaptasi dengan teknologi. Bukan hanya sekedar bisa berdagang online, tapi juga mengerti mengolah data yang ada.

Tantangan utama industri kreatif, termasuk industri fashion modest adalah beradaptasi dengan teknologi. Dari model bisnis dan organisasi yang sesuai hingga sumber daya manusia. Kita harus bisa beradaptasi dengan digitalisasi sampai ke inti, bukan hanya menjual barang secara online tetapi juga menganalisis big data untuk membuat produksi kita lebih efisien dan prediktif terhadap kebutuhan konsumen, katanya.

Oleh karena itu, berkaca pada kebutuhan akan pengolahan data dengan baik dan tepat sasaran, Angela menegaskan, idealnya kemampuan sumber daya manusia Indonesia harus terus meningkat.

Kita juga perlu membekali sumber daya manusia kita dengan kemampuan baru untuk memaksimalkan penggunaan teknologi, pungkas Angela.

Artikel Asli