Loading...
Loading…
Pertama Ditemukan di Afrika Selatan, Kenali Varian Baru Covid-19 Omicron  yang Lebih Menular

Pertama Ditemukan di Afrika Selatan, Kenali Varian Baru Covid-19 Omicron yang Lebih Menular

Gaya Hidup | journal.sociolla.com | Selasa, 30 November 2021 - 10:00

Setelah varian Delta, Mu, dan Lambda, kini dunia kembali digemparkan dengan adanya varian baru bernama Omicron. Pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, varian yang disebut dengan B.1.1.529 ini masuk dalam kategori variant of concern (VOC) karena dianggap lebih menular atau meningkatkan risiko reinfeksi dibandingkan dengan varian lainnya. Selain Afrika Selatan, WHO telah mengonfirmasi bahwa varian Omicron telah menyebar di sejumlah negara. Untuk mengenal lebih dalam tentang varian terbaru ini, simak fakta selengkapnya berikut! Tingkat keganasan

Hingga saat ini, para ilmuwan masih terus melakukan penelitian tentang varian Omicron. Namun, dilansir dari CNN , salah satu yang memicu kekhawatirannya adalah varian ini punya jumlah mutasi yang sangat tinggi, melebihi 30 sel kunci protein spike. Tingginya jumlah mutasi ini dianggap lebih mudah menular dan mengurangi kekebalan imun. Enggak heran, kalau varian ini jadi salah satu yang perlu diwaspadai dunia.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang sudah ada tidak cukup efektif melawan Omicron. Jadi, satu-satunya solusi yang bisa mencegah terkenanya varian ini adalah dengan memberikan dosis vaksin booster kepada masyarakat. Gejala

Baca Juga :
Waspada! Varian Omicron Punya 50 Mutasi, Ini yang Perlu Anda Tahu

Dikutip dari CNBC , seorang dokter di Afrika Selatan sekaligus Komite Penasihat Menteri untuk Vaksin , Dr Angelique Coetzee mengatakan gejala varian Omicron sejauh ini ringan dan dapat dirawat di rumah. Keluhan pasien di klinik Coetzee yang paling dominan adalah kelelahan yang parah selama satu atau dua hari yang disertai dengan sakit kepala dan nyeri tubuh.

Tak seperti varian Delta, sejauh ini pasien juga tidak mengeluhkan kehilangan penciuman atau rasa. Bahkan, tidak terjadi penurunan besar dalam kadar oksigen. Namun, Coetzee menjelaskan ada satu gejala varian Omicron yang cukup mengejutkan dan terjadi pada anak-anak.

Ada anak berusia enam tahun mengalami suhu tubuh dan denyut nadi yang sangat tinggi. Namun, setelah dipantau selama dua hari, kondisi anak tersebut jauh lebih baik. Varian baru ini disebut rentan menginfeksi bagi usia 40 tahun atau lebih muda yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Negara yang terdeteksi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, varian Omicron yang awalnya ditemukan di Afrika Selatan, kini sudah menjalar ke negara sekitar. Dilansir dari CNBC , setidaknya sudah ada 12 negara yang melaporkan adanya kasus varian ini. Mulai dari Botswana, Hongkong, Israel, Inggris, Itali, Jerman, Belgia, Belanda, Prancis, Kanada, Republik Ceko, hingga Australia. Orang-orang yang terkena varian baru di negara tersebut kebanyakan baru saja melakukan perjalanan dari Afrika Selatan dalam 14 hari terakhir.

Baca Juga :
Ini Gejala yang Disebabkan Varian Omicron Menurut Ahli

Dengan adanya varian Omicron yang lebih cepat menyebar ini, WHO sangat merekomendasikan untuk seluruh negara kembali meningkatkan pengawasan dan pengurutan kasus untuk segera dilaporkan kepada WHO. Tak hanya itu, begitu varian baru ini mulai menyebar, pemerintah Indonesia kembali menetapkan aturan baru.

Dikutip dari Suara , aturan pertama, pemerintah resmi menutup pintu masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir dari 11 negara yang telah terjadi transmisi lokal varian Omicron (Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hongkong).

Kedua, Warga Negara Indonesia (WNI) dengan riwayat perjalanan dari negara-negara tersebut tetap diperbolehkan pulang, namun akan dikarantina selama 14 hari setibanya di tanah air. Sedangkan untuk WNA dan WNI dari negara lain yang tidak disebutkan di atas wajib melakukan penyesuaian durasi karantina dari tiga hari menjadi tujuh hari.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{