Sudah Kenal dengan 3 Macam Serat Ini?

Gaya Hidup | yesdok.com | Published at Sabtu, 27 November 2021 - 04:10
Sudah Kenal dengan 3 Macam Serat Ini?

Serat merupakan nutrisi penting untuk menjaga usus agar tetap dapat berfungsi dengan baik. Namun, manfaat serat lebih dari sekadar mengenyangkan perut. Mengonsumsi makanan yang tinggi serat sudah lama dikaitkan dengan penurunan risiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe-2, dan kanker usus.

Serat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok karbohidrat kompleks yang ditemukan dalam makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Tidak seperti jenis karbohidrat lainnya, yang dipecah oleh enzim pencernaan untuk menyediakan bahan bakar dalam bentuk glukosa, serat sebagian besar tidak dapat dicerna. Ada berbagai jenis serat, dan masing-masing memiliki manfaat yang unik, yakni:

Serat larut

Serat larut bercampur dengan air di usus, larut menjadi zat seperti gel yang memastikan partikel makanan diserap perlahan. Serat jenis ini juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan kolesterol rendah. Serat larut ditemukan dalam makanan seperti gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, dan sayuran.

Serat tidak larut

Sementara serat tidak larut sebagian besar akan tetap utuh saat masuk ke dalam tubuh. Serat ini bertugas menyerap air, dan memberikan kelembapan pada feses sehingga menjadi lebih lunak. Serat ini memiliki efek pencahar alami, mengurangi gejala sembelit, dan meningkatkan kesehatan usus.

Serat tidak larut ditemukan dalam gandum utuh, jagung termasuk popcorn, gandum, kacang-kacangan, buah dan sayuran (terutama pada kulitnya).

Serat yang dapat difermentasi

Serat yang dapat difermentasi, atau prebiotik, bertindak sebagai bahan bakar untuk bakteri baik di usus, dan juga membantunya untuk berkembang biak. Selama proses ini, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek, yang mana menurut penelitian, ini memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan membantu melawan penyakit.

(Foto: nutritioncouncilaustralia.com.au)

Artikel Asli