Botox Bisa Atasi Depresi? Begini Lho Penjelasannya...

Gaya Hidup | herstory | Published at Jumat, 26 November 2021 - 13:05
Botox Bisa Atasi Depresi? Begini Lho Penjelasannya...

Selain untuk menunjang penampilan wajah, ternyata botox dianggap juga mempunyai manfaat untuk kesehatan mentalmu lho , Beauty.

Sebuah penelitian yang terbit pada Kamis (30/7/2020) lalu dalam jurnal Scientific Reports mencatat orang yang menerima suntikan botox (botulinum toxin) untuk kondisi tertentu melaporkan lebih sedikit merasa depresi.

"Selama bertahun-tahun, dokter telah mengamati bahwa botox yang disuntikkan untuk alasan kecantikan tampaknya meredakan depresi untuk pasien mereka," tutur Ruben Abagyan, Ph.D., profesor farmasi dan salah satu peneliti utama studi ini.

Ia juga mengatakan bahwa botox tak harus disuntikkan pada dahi untuk mengurangi depresi.

"Kami kira mengurangi garis kerutan yang parah di daerah dahi akan mengganggu hal yang memperkuat emosi negatif."

"Namun kami telah menemukan di sini mekanismenya mungkin lebih kompleks karena tidak masalah di mana botox itu disuntikkan," sambungnya, melansir Fox News.

Tim peneliti di Skaggs School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences di Universitas California San Diego menyisir database Adverse Effect Reporting System (FAERS) milik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA US).

Mereka mencoba mengamati efek samping yang dilaporkan oleh hampir 40.000 pasien suntik botox karena berbagai alasan.

Perawatan tak cuma diterapkan di dahi, tetapi juga mencakup beberapa bagian tubuh lain yang berbeda, termasuk leher serta tungkai.

Peneliti juga akhirnya menemukan bahwa pasien suntik botox 40 hingga 88 persen lebih jarang melaporkan depresi lho , Beauty.

"Temuan ini menarik karena mendukung pengobatan baru memengaruhi suasana hati dan melawan depresi, salah satu penyakit mental yang berbahaya dan umum," terang Tigran Makunts, PharmD, salah satu peneliti.

Menurut peneliti, studi lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana botox berpotensi menjadi antidepresan. Mereka punya daftar beberapa teori yang perlu diselidiki lebih lanjut.

Salah satu hipotesis mereka adalah botox diserap secara sistemik ke sistem saraf pusat yang terlibat dengan suasana hati atau emosi.

Di sisi lain, botox sebenarnya tak cuma digunakan sebagai perawatan kecantikan, tapi bisa juga untuk mengatasi kejang otot, otot tegang, migrain, disfungsi sendi temporomandibular, serta kondisi lainnya.

Artikel Asli