Pesta Diskon Besar-besaran, Ini Awal Mula Munculnya Istilah Black Friday

Gaya Hidup | limapagi.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 10:55
Pesta Diskon Besar-besaran, Ini Awal Mula Munculnya Istilah Black Friday

LIMAPAGI - Black Friday tengah ramai di media sosial hari ini. Rupanya, Black Friday merupakan fenomena tahunan yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa.

Black Friday merupakan istilah yang digunakan dan dipopulerkan masyarakat Amerika Serikat dan Eropa untuk menyambut hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving.

Tahun ini, Thanksgiving di Amerika jatuh pada hari Kamis kemarin, 25 November 2021. Itu berarti, Black Friday jatuh pada hari ini, Jumat, 26 November 2021.

Jadi hari spesial, Black Friday bukanlah sembarang hari Jumat biasa. Ada banyak perayaan yang bisa dirayakan masyarakat Amerika sepanjang Black Friday.

Biasanya berbagai toko dan retail akan memberikan diskon besar-besaran di hari Jumat yang spesial ini. Akan ada banyak barang yang diobral secara besar oleh toko dan pusat perbelanjaan.

Tak hanya toko offline , beberapa toko online dan ecommerce pun ikut meramaikan ajang Black Friday dengan memberi diskon besar-besaran.

Dikenal sebagai hari dengan diskon besar-besaran, ternyata Black Friday memiliki sejarah dan makna tersendiri yang perlu kamu ketahui. Mengutip dari HindustanTimes, berikut pengertian dan sejarah singkat dari Black Friday.

Apa itu Black Friday?

Seperti pada penjelasan sebelumnya, Black Friday adalah hari Jumat atau hari akhir pekan yang dikaitkan dengan belanja setelah perayaan Thanksgiving dan sebelum natal.

Sepanjang hari Black Friday, orang-orang akan mendapatkan diskon menarik di toko-toko seluruh Amerika Serikat dan Eropa. Namun ternyata, tradisi Black Friday saat ini telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk India.

Sejarah Black Friday

Sebelumnya, Black Friday diyakini sebagai lambang kehancuran pasar emas AS tahun 1869. Pada hari tersebut diyakini sebagai hari jatuhnya harga emas yang menyebabkan menurunnya harga pasar, yang dampaknya dirasakan oleh ekonomi Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

Kemudian, istilah Black Friday kembali muncul di Amerika Serikat khususnya di Philadelphia, pada tahun 1960-an. Hal ini bermula ketika Departemen Kepolisian Philadelphia mengeluh tentang hari Jumat setelah Hari Thanksgiving ketika jalan-jalan macet dengan lalu lintas.

Dengan kemacetan dan keributan yang tercipta, Departemen Kepolisian Philadelphia menyebutnya dengan "Jumat Hitam". Hingga akhirnya perayaan Black Friday mulai terjadi di pertengahan abad ke-20.

Sedangkan menurut Oxford University Press, perayaan Black Friday sebagai awal musim belanja diskon besar-besaran dimulai pada tahun 1961.

Hal ini ditandai dengan Parade Hari Thanksgiving yang ikonik oleh pusat perbelanjaan Amerika Serikat Macy's yang memperkuat hubungan antara hari Jumat setelah Thanksgiving dan dimulainya musim belanja dengan potongan harga.

Artikel Asli