Jebak Pelaku Perdagangan Manusia

Gaya Hidup | koran-jakarta.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 01:55
Jebak Pelaku Perdagangan Manusia

Artis serial misteri Riverdale yang ngetop pada 2017, Marisol Nichols, telah melakukan banyak hal demi menghentikan perdagangan manusia. Ia pernah menyamar sebagai ibu mabuk yang menjual anak-anaknya di internet, hingga menjadi gadis berusia 9 tahun yang berbicara dengan seorang pedofil melalui telepon.


Karier Marisol Nichols telah membawanya ke acara-acara, seperti Riverdale, NCIS, dan GCB. Namun, mungkin perannya yang paling kuat telah dilakukan di belakang layar adalah bekerja secara rahasia untuk menangkap pedagang manusia melalui yayasannya, Slavery Free World. Aktivitas tersebut telah dilakukan sejak 2014 hingga kini.


"Saya mulai belajar tentang perdagangan manusia dan mendengar cerita mengerikan tentang rumah bordil anak sekitar tahun 2011, dan saya tidak bisa tidur," kata Nichols seperti dikutip halaman Hollywood Reporter.


Untuk menghentikan perdagangan manusia, ia telah bertemu dengan organisasi di seluruh dunia dari Meksiko hingga Uganda. Ia juga pernah mengadakan pertemuan di Gedung Putih dengan anggota pemerintahan Obama.


Dari kiprahnya itu, ia kemudian memanfaatkan acara karpet merah untuk menyerukan kesadaran akan kengerian perdagangan manusia dan kemudian mendirikan organisasi nirlabanya tersebut. Diperkirakan 40 juta orang di seluruh dunia menjadi korban perbudakan modern.


Sekarang dalam melakukan perannya, Nichols telah dibantu oleh mantan agen FBI dan CIA, Navy SEAL dan Green Berets, bersama dengan penegak hukum yang berhenti dari lembaga pemerintah menjebak para penyelundup manusia.
Dia juga bermitra dengan Operation Underground Railroad, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada penghentian perdagangan anak dan eksploitasi seksual. Pekerjaan penyamaran Nichols telah membawanya ke Haiti, Venezuela, dan seluruh AS.


"Hanya karena Anda penegak hukum, tidak berarti Anda adalah agen penyamaran yang baik atau dapat bertindak. Jadi, ketika Anda mengambil seseorang seperti saya yang terbiasa memainkan peran yang berbeda, Anda dapat menggunakannya untuk keuntungan Anda untuk memancing predator keluar dari persembunyian. Itulah yang saya lakukan, atau menipu pedagang agar berpikir bahwa Anda adalah pembeli atau pelanggan," ujar dia.


Baginya, apa yang dilakukannya sangat berisiko. "Ini menakutkan karena jika suatu saat saya dikenali, orang-orang ini memiliki senjata dan saya tidak," katanya.


Baru-baru ini, Nichols bermitra dengan veteran Angkatan Darat, Colin Wayne, yang memiliki perusahaan baja di Alabama. Keduanya membuat barang hadiah amal: monogram baja dari logo Foundation for a Slavery Free World, untuk mendorong orang untuk menyumbang yang digunakan untuk operasi menangkap predator. hay

Artikel Asli