Kondisi Tidur Bisa Mengatasi Perut Buncit? Ternyata Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | herstory | Published at Kamis, 25 November 2021 - 08:55
Kondisi Tidur Bisa Mengatasi Perut Buncit? Ternyata Ini Penjelasannya

Bagian perut sering kali jadi masalah karena tak bisa dikontrol. Padahal, tampilan perut bisa menunjang penampilanmu, lho.

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memerangi perut buncit, dilansir dari AsiaOne, salah satunya dengan cara memperhatikan kondisi tidur.

Penasaran? Yuk simak lebih lanjut!

Tidur Kondisi Dingin

Perlu diketahui, gak semua lemak itu buruk. Bahkan, kamu membutuhkan jenis lemak tertentu untuk membantu menurunkan berat badan.

Lemak cokelat yang juga dikenal sebagai brown adipose tissue (BAT), adalah lemak dalam tubuh yang menggunakan energi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Lemak ini dapat diaktifkan pada suhu dingin sebagai 'jaket pemanas internal'. Untuk menghasilkan lebih banyak sel lemak cokelat dan membakar kalori, tidur dengan suhu dingin sebenarnya dapat membantu kamu menurunkan beberapa kilo dan membuat lebih sehat, lho.

Memiliki lebih banyak lemak cokelat akan mengakibatkan kurangnya jaringan adiposa putih (WAT), yang disebut lemak putih. Lemak putih menyimpan energi dari makanan yang kamu makan. Nah, lemak perut biasanya juga disebut sebagai lemak putih.

Tidur dalam Keadaan Gelap Total

 

Tentu saja kebanyakan dari orang tidur dalam kegelapan, tetapi yang kita maksudkan adalah kegelapan total dan absolut.

Ini agar dapat membantu tubuh menghasilkan melatonin, hormon yang mendorong tidur lebih efisien. Penelitian telah menunjukkan bahwa produksi melatonin sensitif terhadap cahaya, dan bahkan sedikit paparan dalam waktu singkat dapat menghambat produksinya.

Ini adalah masalah karena melatonin memengaruhi metabolisme tubuh, khususnya dalam proses mengubah lemak cokelat menjadi lemak putih.

Dengan demikian, mengurangi paparan cahaya baik dari dalam maupun luar ruangan dapat benar-benar mendukung penurunan berat badan.

Minum Teh Hijau Sebelum Tidur

Mungkin kamu pernah mendengar yang ini sebelumnya, tetapi mungkin tak tahu bahwa sebenarnya minum teh hijau di malam hari memiliki manfaat lebih.

Mungkin tampak berlawanan dengan informasi di mana biasanya harus menghindari minum yang mengandung kafein, tetapi teh hijau mungkin sebenarnya lebih ramah terhadap tidur daripada yang kamu kira dan itu jelas ramah-diet.

Teh hijau mengandung banyak senyawa yang dapat membantu membakar lemak. Salah satu antioksidan tersebut adalah epigallocatechin gallate (ECGC), yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Senyawa ini bahkan dapat bekerja bahu-membahu dengan kafein, yang juga merangsang penurunan berat badan dengan lemak coklat. Sementara kafein membuat tetap sehat, kafein dalam teh hijau hanya ada pada sepertiga kafein dalam secangkir kopi.

Matikan Ponsel

Menurut peneliti, anak-anak dengan satu atau lebih perangkat elektronik di kamar tidur lebih cenderung mengalami obesitas. Ini terkait dengan aktivitas fisik dan kurangnya tidur yang terganggu. Tubuh sering mencoba untuk menebus kekurangan tidur dengan makan berlebihan ketika hormon kelaparan ghrelin, meningkat.

Kenaikan berat badan mungkin juga disebabkan oleh cahaya biru yang dipancarkan dari smartphone. Cahaya biru menghambat produksi melatonin, seperti halnya cahaya kamar tidur atau dari luar ruangan. Jadi, alangkah menguntungkan untuk menjauhkan barang elektronik tersebut sebelum tidur.

Tidur Lebih Awal

Seperti proses tubuh lainnya, seseorang akan membakar kalori saat tidur. Bahkan ketika kamu merasa tak melakukan apa-apa. Faktanya, tubuh membakar lebih banyak kalori saat tidur nyenyak daripada saat hanya berbaring di tempat tidur.

Bagian yang paling menakjubkan adalah semakin baik dan lama kamu tidur maka akan semakin banyak kalori yang terbakar. karena tidur nyenyak, juga dikenal sebagai tahap tidur Rapid Eye Movement (REM), adalah saat otak paling aktif.

Ketika otak menggunakan energi ini, tubuh akan terus-menerus menghasilkan glukosa untuk memicu aktivitas bahkan ketika kamu sedang tidur. Rata-rata, seseorang dengan berat 52 kilogram akan kehilangan sekitar 42 kalori per jam tidur.

Artikel Asli