Apa yang Terjadi jika Anda Kurang Tidur?

Gaya Hidup | bisnis.com | Published at Kamis, 25 November 2021 - 05:00
Apa yang Terjadi jika Anda Kurang Tidur?

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak orang tentu sudah pernah merasakan efek dari kurang tidur, dari merasa lelah hingga sulit berkonsentrasi pada keesokan harinya.

Mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas adalah hal yang penting bagi otak kita. Ketika Anda tidur, otak berputar melalui dua jenis pola utama: rapid eye movement (REM) dan slow-wave sleep.

Slow-wave sleep, yang lebih sering terjadi di awal malam, ditandai dengan ritme lambat aktivitas fisik di sejumlah besar sel otak, yang terjadi satu hingga empat kali per detik. Semakin malam, kita memiliki lebih banyak tidur REM. Selama tidur REM, kita sering mengalami mimpi yang jelas, dan otak kita menunjukkan pola aktivitas yang serupa dengan saat kita bangun.

Tidur memiliki banyak fungsi yang berbeda, salah satunya untuk membantu kita mengingat pengalaman yang telah kita alami sepanjang hari.

Melansir Cosmos Magazine, Rabu (24/11/2021), tidur REM dianggap penting untuk ingatan emosional misalnya, ingatan yang melibatkan rasa takut atau ingatan prosedural seperti cara mengendarai sepeda. Di sisi lain, slow-wave sleep dianggap mencerminkan penyimpanan yang disebut ingatan deklaratif, yang merupakan catatan sadar tentang pengalaman Anda dan apa yang Anda ketahui misalnya, apa yang Anda makan untuk sarapan.

Apa yang dilakukan otak saat kita tidur?

Kita juga tahu bahwa pengalaman diputar ulang di otak selama tidur, seakan-akan kita sedang menonton film yang dapat diputar ulang. Pemutaran ulang ini terjadi pada neuron di hippocampus. Ini membantu memperkuat hubungan antara sel-sel otak, dan karena itu dianggap penting untuk mengkonsolidasikan ingatan.

Saat Anda tidur, otak menyaring ingatan, melupakan hal-hal tertentu dan memprioritaskan apa yang penting. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memangkas atau mengurangi koneksi yang tidak diinginkan. Dengan memangkas koneksi yang berlebih, tidur secara efektif mempersiapkan kita untuk kembali belajar di keesokan harinya.

Selain itu, tidur juga diperlukan untuk melakukan sedikit pembenahan otak.

Sebuah studi AS di tahun 2013 pada tikus, mereka menemukan bahwa tidur membersihkan otak dari racun yang menumpuk selama jam bangun.

Selama tidur, ruang di antara sel-sel otak meningkat, memungkinkan protein beracun dikeluarkan. Ada kemungkinan bahwa dengan menghilangkan ini, tidur dapat mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Efek kurang tidur yang bisa Anda alami

Tidur yang cukup sangat penting untuk perhatian dan pembelajaran selama kita terbangun. Anda menjadi tidak fokus pada sejumlah besar informasi atau mempertahankan perhatian untuk waktu yang lama. Kita juga cenderung tidak kreatif dan lebih lambat saat mencoba memecahkan masalah.

Ketika Anda kurang tidur, otak Anda mungkin memaksa dirinya untuk mati selama beberapa detik saat Anda terjaga. Ini disebut tidur mikro dan berpotensi sangat berbahaya.

Mengantuk adalah penyebab utama kecelakaan kendaraan bermotor, dan kurang tidur memengaruhi otak sama parahnya dengan alkohol. Kurang tidur juga dapat menyebabkan kecelakaan fatal di tempat kerja, yang merupakan masalah utama pada pekerja shift.

Kemudian pada anak-anak, mereka mungkin menjadi hiperaktif dan mengganggu di kelas saat mereka kurang tidur. Sebuah studi tahun 2012 di jurnal Pediatrics menemukan bahwa kurang tidur satu jam per malam selama beberapa malam dapat berdampak buruk pada perilaku anak di kelas.

Sementara itu, gangguan tidur kronis telah dikaitkan dengan gangguan otak seperti skizofrenia, autisme, dan alzheimer.

Artikel Asli