Lambang Garuda pada Samir Toga Atheera, Sandiaga Uno: Bukti Produk Ekonomi Kreatif Indonesia Unggul

Gaya Hidup | inewsid | Published at Minggu, 14 November 2021 - 17:47
Lambang Garuda pada Samir Toga Atheera, Sandiaga Uno: Bukti Produk Ekonomi Kreatif Indonesia Unggul

BOSTON, iNews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sedang berbahagia. Anak sulungnya, Anneesha Atheera Uno diwisuda setelah lulus dengan predikat cum laude dalam Combined Major, Human Services dan Communication Studies, Northeastern University, Boston, Amerika Serikat (AS).

Wisuda yang digelar di Matthews Arena, Jalan St Botolph, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Sabtu, 13 November 2021 menjadi merupakan perayaan susulan.

Sebab, Atheera dan teman seangkatannya telah dinyatakan lulus pada 2020. Namun, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, prosesi wisuda ditunda.

"Selamat untuk Kakak Atheera sudah selesai sekolahnya, dan sekarang juga sudah kerja," ujar Sandiaga Uno kepada Atheera.

"Alhamdulillah, sebenarnya wisudanya itu hampir dua tahun lalu, tapi baru celebration-nya (perayaan) sekarang gara-gara Covid," kata Atheera.

"Selamat ya Kakak, mau ngelanjutin lagi apa bekerja dulu?," tanya Sandiaga Uno.

"Insya Allah mau ngelanjutin lagi, tapi aku nggak tahu kapan, karena sekarang masih fokus bekerja," ujar Atheera.

Tak hanya prosesi wisuda, terdapat hal lain yang membuat Sandiaga Uno bergembira. Adalah samir atau kalung wisuda berwarna merah yang dikenakan kakak dari Amyra Atheefa Uno dan Sulaiman Saladdin Uno itu.

Samir berbahan bludru itu tercetak logo Garuda Pancasila. Logo ini disebut Atheera berasal dari pelaku ekonomi kreatif asal Indonesia.

"Ada ini gaes, Garuda-nya," ujar Sandiaga Uno menunjuk lambang Garuda Pancasila yang tercetak pada syal berwarna merah.

"Iya, jadi ada orang Indo (Indonesia) yang customized, ini local (asal Indonesia) dari Indo dibawa ke sini," balas Atheera.

"Nah ini salah satu produk ekonomi kreatif yang dibuatnya di Indonesia, tapi dibawa ke sini untuk dipakai," kata Sandiaga Uno.

Atheera mengungkapkan Samir miliknya maupun seluruh teman kampus asal Indonesia berasal dari satu orang vendor asal Indonesia.

Alasannya karena masih jarang pelaku usaha ekonomi kreatif yang bisa tembus. "Tapi vendornya ini kayaknya masih jarang Dad, soalnya semua anak Indo pesennya ke vendor ini," ujar Atheera.

"Kalau ada 2.000 anak Indonesia yang lulus setiap tahun, jumlah yang sangat banyak, ini membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Ini jadi bukti bahwa produk ekonomi kreatif kita unggul dan berdaya saing," kata Sandiaga Uno.

Artikel Asli