Cegah Diabetes dengan Cek Gula Darah secara Rutin

Gaya Hidup | bisnis.com | Published at Minggu, 14 November 2021 - 14:41
Cegah Diabetes dengan Cek Gula Darah secara Rutin

Bisnis.com , JAKARTA - Pengecekan gula darah secara rutin dapat mencegah penyakit diabetes.

Sebagaimana diketahui, diabetes merupakan penyakit tidak menular dan tergolong kronis karena dapat mengakibatkan komplikasi penyakit hingga kematian jika tidak ditangani dengan maksimal.

Dokter Kartika Yulianti dari RSPAD Gatot Subroto menyampaikan anjuran pengecekan gula darah rutin untuk mencegah diabetes baiknya dilakukan setiap satu bulan sekali khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes maupun yang menjalani gaya hidup tidak sehat.

Pemeriksaan gula darah itu penting karena seringkali kita tidak mengatur gaya hidup kita, sehingga harus rutin diperiksa. Terkadang karena tidak diperiksa tiba-tiba, kita malah dinyatakan terkena diabetes yang parah karena gula darahnya terlalu tinggi, kata Kartika seperti dilansir Antara, Minggu (14/11/2021).

Ajakan untuk memeriksa gula darah secara rutin pun disampaikan dokter Kartika bersamaan dengan perayaan momen Hari Diabetes Internasional yang jatuh setiap 14 November.

Pemeriksaan rutin perlu digalakan mengingat angka kasus diabetes yang menyebabkan kematian masih sangat tinggi di Indonesia, sehingga jika pemeriksaan gula darah dilakukan secara rutin maka angka kasus diabetes bisa diatasi sejak awal dideteksi.

Tentunya dengan pemeriksaan rutin untuk kadar gula darah, anda telah berkomitmen untuk menyiapkan kualitas hidup yang lebih baik. Ada pun dua jenis pemeriksaan gula darah yang umum diketahui masyarakat adalah pemeriksaan gula darah sewaktu dan pemeriksaan gula darah puasa.

Pemeriksaan gula darah sewaktu biasanya dilakukan tanpa perlu mengawasi jadwal makan dan seringkali dilakukan untuk tes cepat atau screening . Idealnya hasil pemeriksaan gula darah sewaktu yang didapatkan oleh orang yang menjalani tes itu berkisar di bawah angka 200 mg/dL.

Sementara untuk gula darah puasa, biasanya mengharuskan orang yang menjalani tes untuk melakukan puasa selama delapan jam lamanya.

Tes ini seringkali diminta dilakukan untuk mendiagnosa penyakit diabetes di tahap pertama dengan hasil ideal di bawah 125 mg/dL.

Adapun, gaya hidup yang tidak sehat dan memicu terjadinya diabetes atau gula darah berlebih dalam tubuh di antaranya seperti asupan gula lewat makanan dan minuman yang tidak dikontrol atau berlebihan, tubuh tidak aktif bergerak atau gaya hidup sedentari, rutin merokok, hingga rutin mengonsumsi minuman keras.

Berdasarkan Riskesdas Kementerian Kesehatan 2018, penyakit yang menjadi penyebab ketiga kematian tertinggi di Indonesia itu, dapat diturunkan secara genetik dan tentunya menjadi berbahaya terutama jika gaya hidup yang dipilih tidak sehat.

Pemeriksaannya harus bisa dilakukan dari usia sedini mungkin. Jika bandingkan dengan generasi lalu penyakit diabetes itu risikonya meningkat ketika menginjak usia 40 tahun. Namun, di masa kini, untuk usia 20 tahun saja sudah banyak yang terkena diabetes karena gaya hidup yang tidak sehat, ujar Kartika.

Artikel Asli