Jangan Berlebihan, Ini Batas Asupan Gula yang Dianjurkan untuk Anak per Harinya

Gaya Hidup | limapagi.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 12:45
Jangan Berlebihan, Ini Batas Asupan Gula yang Dianjurkan untuk Anak per Harinya

LIMAPAGI - Tumbuh kembang anak menjadi prioritas utama para orang tua. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh dengan gaya hidup yang tidak sehat. Selain menimbulkan penyakit, gaya hidup yang tidak sehat juga dapat membuat anak menjadi pasif.

Maka dari itu, selain asupan makanan yang perlu diperhatikan, jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh anak juga sangat penting untuk diawasi. Menurut Spesialis Gizi Klinik, dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFOK, mengkonsumsi gula berlebihan dapat memberikan dampak buruk pada masa depan anak.

Penting bagi orang tua untuk mengatur asupan gula dan gizi anak sejak dini sesuai dengan kebutuhannya, karena pola makan yang tidak seimbang serta mengkonsumsi gula secara berlebihan akan berdampak pada masa depan anak, jelas dr. Putri Sakti dalam rilis yang diterima Limapagi dari Nesle Milo.

Lebih lanjut, dr. Putri Sakti menerangkan bahwa anjuran konsumsi gula pada anak telah diatur dalam sebuah peraturan Kementerian Kesehatan Indonesia. Jika dilihat dari peraturan Kementerian Kesehatan, seorang anak maksimal konsumsi gula sebanyak 50 gr per hari.

Bahayanya jika sang anak mengkonsumsi gula berlebih yaitu dapat memicu penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula lebih dari 50 gr per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung, tutur dr. Putri Sakti.

Namun, tak hanya gizi dan jumlah gula saja yang harus diperhatikan orang tua untuk tumbuh kembang anak, pasalnya dr. Putri Sakti juga menegaskan bahwa orang tua harus memperhatikan aktivitas fisik anak agar tetap seimbang dengan gizi dan gula yang mereka terima.

Selain gula dan gizi, orang tua juga harus memperhatikan aktivitas fisik anak agar tetap seimbang, mengingat saat ini pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi tantangan yang dihadapi selama pandemi, tutup dr. Putri Sakti.

Artikel Asli