Disenangi Nabi Muhammad, Ini Wewangian yang Segar dan Bermanfaat bagi Kesehatan

Gaya Hidup | jatimtimes.com | Published at Minggu, 14 November 2021 - 09:24
Disenangi Nabi Muhammad, Ini Wewangian yang Segar dan Bermanfaat bagi Kesehatan

JATIMTIMES - Wewangian atau aroma terapi, rupanya telah ada sejak zaman peradaban Islam, tepatnya pada abad ke-13. Sebagai pengharum yang biasa digunakan di setiap sudut ruangan, aroma terapi memiliki banyak manfaat, khususnya untuk kesehatan.

Zaman dulu, ilmuwan Islam bahkan mengembangkan metode pengobatan dengan aromaterapi di abad ke-7 Masehi. Mengutip dari John's Hopskins Medicine, aromaterapi adalah pemulihan dengan menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kondisi kesehatan dan psikologis.

Bahkan, aromaterapi dinilai menjadi salah satu jenis pengobatan alternatif yang efisien. Sebab, hanya dengan menghirup dapat mempengaruhi perubahan kesehatan dan psikologis seseorang menjadi lebih baik.

Seiring perkembangan zaman, aromaterapi kian banyak digemari kaum milenial. Bentuk dan modelnya pun beragam. Aromaterapi bertujuan untuk menenangkan suasana hati dan pikiran.

Dalam Islam sendiri, aromaterapi dikenal sejak 6.000 tahun silam. Melalui tangan kimiawan dan dokter Muslim di era kekhalifahan, teknologi pembuatan minyak esensial dan pengobatan dengan aromaterapi berkembang pesat. Nabi Muhammad SAW pun memiliki kecintaan terhadap aroma.

Dilansir dari berbagai sumber, sejarahnya bermula sekitar abad ke-7 Masehi, ahli kimia Arab berupaya mencari "saripati" dari tanaman. Kemudian, di abad ke-9 Masehi, ahli kimia Muslim yang namanya cukup terkenal, yaitu Yakub al-Kindi dalam bukunya yang bertajuk "Perfume Chemistry and Dis tillation" telah mampu menciptakan beragam jenis minyak esensial.

Hal ini terus berlanjut, kimiawan muslim lainnya, Jabir Ibnu Hayyan alias Geber mampu menciptakan teknologi penyulingan minyak esensial dari beragam tumbuhan dan bunga.

Seiring berjalannya waktu, Sejarawan Sains Barat bernama Marlene Ericksen mengakui, bahwa peradaban Islam sebagai pelopor dan perintis aromaterapi modern. Menurutnya, penyulingan uap air pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Muslim terkemuda bernama Ibnu Sina.

Ya, Ibnu Sina dikenal sebagai orang pertama yang membuat sarana penyulingan untuk minyak esensial. Dia menciptakan suatu sistem pipa melingkar yang dapat menghasilkan uap air tanaman dan uap panas menjadi dingin yang lebih efektif, sehingga konsentrasi esensial minyak dapat diambil.

Tak berhenti disitu, sekitar abad ke-13 Masehi, seorang dokter Muslim Al-Samarqandi juga mengembangkan pengobatan dengan wewangian atau aroma. Salah satu dalam risalah yang ditulisnya, aneka aromaterapi berupa mandi aromatik, bubuk aromaterapi, uap panas dengan wewangian dari aneka bunga.

Bahkan, Al-Samarqandi dikenal melakukan terapi aroma untuk menyembuhkan infeksi telinga dan sinus. Ini menjadikan bukti, jika praktik kesehatan menggunakan tanaman dan minyak esensial yang dihirup memang akan memberikan manfaat psikologis dan kesehatan.

Meski begitu, secara Islam tidak ada yang salah dengan penggunaan minyak atsiri (minyak esensial) yang digunakan sebagai wewangian. Namun, tak hanya wewangian, yang terbaik dalam mendapatkan ketenangan, kenyamanan pikiran, dan relaksasi fisik maupun mental adalah dengan doa dan berzikir.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rad ayat 28 yang artinya:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Di zaman yang sudah modern ini, aromaterapi sudah banyak berkembang dengan beragam aroma yang ditawarkan. Bahkan, setiap aroma yang berasal dari berbagai jenis tanaman itu memiliki manfaat yang berbeda-beda dengan bentuk-bentuk yang unik.

Artikel Asli