6 Fakta Film The Medium, Dibuat bak Dokumenter

Gaya Hidup | bisnis.com | Published at Kamis, 11 November 2021 - 11:50
6 Fakta Film The Medium, Dibuat bak Dokumenter
Bisnis.com , SOLO - Film horor kerja sama antara Thailand dan Korea, The Medium, kembali menjadi perbincangan warganet.
Film yang berhasil meraih 129.917 pada penayangan pertama di bioskop Korea Selatan pada 14 Juli lalu ini berkisah tentang Nim, seorang dukun di Isan, daerah terpencil di Thailand.
Nim percaya bahwa ia dirasuki oleh Dewa Bayan yang mana nantinya akan berpindah ke setiap generasi anggota keluarga perempuan.
Singkat cerita, Nim lalu bertemu dengan keponakannya, Mink, yang menunjukkan tanda-tanda bahwa Dewa Bayan akan memilihnya. Namun, perilaku Mink semakin lama justru semakin aneh.
Untuk itu, Mink lantas dipanggilkan pengusir setan. Akan tetapi, saat sang pengusir setan hampir menyelesaikan ritualnya, tiba-tiba Nim merobek kain suci yang mana merupakan peralatan penting pengusiran setan.
Atas ulahnya itu, Nim jadi membahayakan nyawa semua orang. Mink menjadi jahat dan membunuh setiap orang di desa tanpa ampun.
Berkaitan dengan itu, berikut sederet fakta di balik film The Medium.

1. Kolaborasi dua sutradara dari dua negara

Film ini digarap oleh dua orang sutradara, yakni Banjong Pisanthanakun asal Thailand dan Na Hong-jin asal Korea Selatan. Sebelumnya, Banjong pernah menggarap Shutter (2004), Hello Stranger (2010), dan Pee Mak (2013).
Sementara itu, Na Hong-jin adalah sutradara dari film The Chaser, The Yellow Sea, dan The Wailing. Ia pernah pun mendapat penghargaan sebagai Best Director di tiga ajang, yakni KOFRA Film Awards 2017, Asian Film Awards 2017, dan Chunsa Film Art Awards 2017.

2. Tokoh Mink turunkan bobot hingga 10 kg

Narilya Gulmongkolpech, pemeran tokoh Mink, mengatakan bahwa ia harus menurunkan berat badannya hingga 10 kg untuk bermain dalam film ini.
"Untuk kepentingan film ini, untuk aking scene [kesurupan] ini, saya harus diet 10 kg, jadi sudah tidak ada tenaga saat itu," ucapnya, dikutip dari Antara pada Kamis (11/11/2021).

3. Dibuat ala dokumenter

Salah satu kemenarikan film ini ada pada proses syutingnya. Diketahui, The Medium menggunakan kamera video dan CCTV untuk perekamannya. Alhasil, film ini pun terasa seperti film dokumenter. Oleh sebab itu pula, jangan heran jika Anda mendapati banyak pengambilan gambar yang kurang stabil dan memusingkan. Hal itu sengaja dilakukan agar penonton merasa benar-benar terlibat di dalamnya.

4. Cocok untuk penyuka gore

Jika Anda yang menyukai film gore , The Medium mungkin bisa masuk dalam daftar film yang wajib ditonton. Pasalnya, ada banyak adegan sadis dan berlumuran darah dalam film ini.

5. Raih penghargaan bergengsi

Dalam gelaran Festival Film Fantastis Internasional Bucheon Korea Selatan, The Medium berhasil memenangkan penghargaan utama sebagai Best of Bucheon. Lebih lanjut, film ini juga disebut sebagai mockumentary terbaik yang mana dibarengi dengan adegan exorcisme yang dibalut dalam horor sinematik.

6. Masuk Oscar 2022

Film ini bakal menjadi perwakilan Thailand dalam ajang Academy Awards ke-94 atau Piala Oscar 2022 untuk kategori Best International Feature Film. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh rumah produksi GDH pada beberapa waktu yang lalu.
" Selamat kepada para pemain dan kru film yang menjadi perwakilan Thailand dalam nominasi Best Foreign Film Academy Awards ke-94 ," cuit GDH, dikutip pada Kamis (11/11/2021).

??????? ??????? ?????? ???????????
?????????????????? ???.????
??????? ????????? ??????????????
?????????????????????
?????????????????????? ???????? 94
???????????????????????????????
(94th Academy Awards -
International Feature Film)#???????#RangZong#TheMediumMovie pic.twitter.com/QlTT662ypf

GDH (@gdh559) October 31, 2021
Artikel Asli