Kualitas Tidur yang Buruk Pengaruhi Kesehatan Mental

koran-jakarta.com | Gaya Hidup | Published at Jumat, 15 Oktober 2021 - 00:00
Kualitas Tidur yang Buruk Pengaruhi Kesehatan Mental

Sebuah studi akbar yang dipimpin oleh Pusat Ketergantungan dan Kesehatan Mental (Centre for Addiction and Mental Health/CAMH) di Toronto, Kanada, baru-baru ini menyatakan bahwa seseorang yang telah didiagnosis dengan masalah kesehatan mental lebih cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan populasi pada umumnya.
Kesimpulan dari studi CAMH ini dipublikasikan dalam sebuah tulisan artikel berjudul Accelerometer-derived sleep measures and lifetime psychiatric diagnoses yang telah dipublikasikan dalam jurnal medis PLOS Medicine edisi 12 Oktober lalu.
Studi ini didasarkan pada data yang dikumpulkan dari 89.205 partisipan di Inggris yang setuju untuk memakai akselerometer di pergelangan tangan mereka yang melacak gerakan tubuh 24 jam sehari selama tujuh hari. Mereka juga setuju untuk menyimpan data mereka dalam biobank digital untuk tujuan penelitian.
Para peneliti kemudian mengolah data-data itu dengan menggunakan algoritma komputasi termasuk pembelajaran mesin, untuk merangkum sejumlah besar data ini menjadi sepuluh metrik, termasuk waktu tidur, waktu bangun, tidur siang, dan durasi tidur tanpa gangguan terpanjang.
Mereka kemudian membandingkan metrik ini antara peserta yang telah menerima diagnosis memiliki masalah mental sebelumnya dalam hidup mereka dan peserta yang sama sekali tak punya masalah mental.
"Perbedaan pola tidur menunjukkan kualitas tidur yang lebih buruk untuk peserta dengan diagnosis masalah mental sebelumnya, termasuk bangun lebih sering dan untuk jangka waktu yang lebih lama," kata penulis senior Dr Shreejoy Tripathy, seorang ilmuwan independen dari Krembil Center for Neuroinformatics yang ada dibawah naungan CAMH.
Dalam penelitiannya, Tripathy juga menekankan bahwa mengukur kualitas tidur sama pentingnya dengan mengukur jumlah total yang berkaitan dengan dampaknya terhadap kesehatan mental.
"Hubungan antara tidur dan kesehatan mental adalah dua arah," ungkap penulis utama Dr. Michael Wainberg, peneliti pascadoktoral di Krembil Center for Neuroinformatics. "Kurang tidur berkontribusi pada kesehatan mental yang buruk dan kesehatan mental yang buruk berkontribusi pada tidur yang buruk. Perbedaan pola tidur adalah ciri dari semua masalah mental yang kami pelajari, terlepas dari diagnosisnya," imbuh dia.
Sementara itu menurut psikiater CAMH dan spesialis gangguan tidur, Dr Michael Mak, menyatakan bahwa mereka mengetahui ada hingga 80 persen orang dengan gangguan kesehatan mental dapat memiliki masalah dengan tertidur, tetap tertidur atau bangun lebih awal dari yang mereka inginkan.
"Kami tahu bahwa gangguan tidur menyebabkan beban besar bagi masyarakat, termasuk ekonomi. Dan kami tahu bahwa perawatan yang meningkatkan kualitas tidur, apakah itu terapi atau beberapa jenis pengobatan, dapat meningkatkan hasil kesehatan mental," ucap Mak.

Studi Transdiagnostik
Studi yang yang dipimpin oleh CAMH ini adalah studi transdiagnostik skala besar pertama tentang tidur dan kesehatan mental yang diukur secara objektif. Metodologi unik studi ini memungkinkan pemantauan tidur dilakukan di lingkungan tidur alami setiap individu di rumah daripada di laboratorium.
"Sampai sekarang tidak ada satu pihak pun yang melakukan pengukuran tidur dalam konteks masalah mental secara objektif pada skala sebesar ini sebelumnya," kata Dr Tripathy. "Kami saat ini bisa melakukan penelitian skala besar ini berkat munculnya telepon pintar dan perangkat teknologi yang dapat dikenakan lainnya, sehingga kami memiliki akses ke aliran data yang belum pernah kami miliki sebelumnya," imbuh dia.
Berkat studi transdiagnostik ini saat ini Krembil Centre for Neuroinformatics sedang mengembangkan biobank data pasien yang serupa dengan yang ada di Inggris yang digunakan untuk penelitian ini. Tujuan inti dari CAMH BrainHealth Databank adalah menggunakan data pasien, termasuk penggunaan perangkat yang dapat dikenakan di luar lingkungan rumah sakit, untuk memberikan perawatan kesehatan mental yang dipersonalisasi dan ditingkatkan pada saat ini, sekaligus mempercepat penelitian, penemuan, dan inovasi klinis di masa depan. I-1

Artikel Asli