Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Akhir Tahun, Pemkot Malang Perkuat RT-RW

jatimtimes.com | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:44
Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Akhir Tahun, Pemkot Malang Perkuat RT-RW

JATIMTIMES - Pandemi covid-19 yang urung usai masih menjadi kewaspadaan bagi pemerintah. Terlebih jelang libur Natal dan tahun baru 2022 mendatang, antisipasi potensi lonjakan kasus covid-19 telah dipersiapkan.

Antisipasi itu berdasarkan pengalaman sebelumnya. Angka kasus covid-19 di tanah air naik tajam usai libur panjang.

Di Kota Malang, hal tersebut juga mulai dipersiapkan. Salah satunya memperkuat pengawasan di tingkat wilayah hingga lingkup RT-RW (rukun tetangga-rukun warga).

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, prediksi epidemolog akan adanya lonjakan kasus covid-19 di tanah air diharapkan tidak terjadi. Sebab, penanganan di tanah air berbeda dengan negara-negara lain.

"Tetap akan terus kami kuatkan. Ada informasi, Desember itu epidemolog mengkhawatirkan adanya lonjakan. Tapi di Asia, yang termasuk berhasil itu Indonesia, karena di sini ada kearifan lokal melalui RT-RW," ujar Sutiaji, Kamis (14/10/2021).

Karena itulah, penjagaan di tingkat RT-RW di Kota Malang juga akan ditingkatkan. Terlebih, saat ini Kota Malang masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Yakni pembatasan aktivitas keluar masuk wilayah sampai pukul 21.00 masih terus diberlakukan dengan melaksanakan penutupan portal dan penjagaan bergilir batas wilayah RT.

Di samping memperkuat wilayah RT dan RW, lingkup kelurahan hingga kecamatan di Kota Malang juga terus dioptimalkan dalam penjagaan terhadap mobilitas sebagai antisipasi lonjakan kasus.

"Di sana (negara lain) tidak ada RT-RW. Di kita penjagaan berlapis mulai tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan. Jadi, jangan lengah dan jangan abai protokol kesehatan," tandas Sutiaji.

Selain itu, Pemkot Malang terus menggencarkan vaksinasi lansia. Khusus vaksinasi lansia memang masih cukup ada kendala seperti saat proses skrining, yang menjadikan warga lansia belum bisa divaksin.

"Lansia terus kami optimalkan. Jadi, kelambatan itu karena skrining-nya tidak masuk. Di tensi angka bawahnya maksimal 90, ini 120 bawahnya 100. Masih terlalu tinggi," pungkas Sutiaji.

Sebagai informasi, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berpesan untuk menentukan strategi dalam mempersiapkan masa libur Natal dan tahun baru.

Beberapa langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan covid-19 di hari libur panjang tersebut yakni terus menggencarkan vaksinasi lansia, terutama bagi wilayah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, gelombang kenaikan kasus, angka kematian, dan perawatan rumah sakit dapat ditekan.

Artikel Asli