Key Opinion Leader, Sepenting Apa Kehadirannya untuk Strategi Marketing?

glitzmedia.co | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:03
Key Opinion Leader, Sepenting Apa Kehadirannya untuk Strategi Marketing?

Ketahui juga penjelasan lengkap soal key opinion leader lewat artikel berikut ini!


Buat kamu para social media enthusiast atau mungkin bekerja di ruang lingkup media sosial, pasti tahu istilah key opinion leader atau bisa disingkat KOL (baca: ke o el). Key opinion leader adalah seseorang atau komunitas yang memiliki kekuatan untuk menyampaikan saran atau bisa menjadi representatif dari bidang yang ia geluti.


Mulai dari lifestyle , teknologi, otomotif, travel, kesehatan, dan lain sebagainya. Para KOL ini memiliki kekuatan untuk melancarkan strategi pemasaran yang ingin diusung oleh pihak-pihak tertentu (secara umum adalah brand ), supaya target pasar yang ingin mereka sasar bisa tersampaikan dengan sempurna.


Sebagai contoh misalnya ada sebuah brand kecantikan ingin merilis produk bedak. Supaya penjualan mereka berhasil, maka tim pemasaran atau marketing dari brand tersebut, membuat strategi marketing agar produknya bisa diterima dengan baik oleh pasar.


Selain beriklan secara komersial, menggunakan KOL merupakan salah satu strategi marketing yang beberapa tahun belakangan menjadi sangat populer di industri ini. KOL yang ditunjuk, bertugas untuk mempromosikan produk tersebut berdasarkan brief atau arahan yang diberikan oleh brand terkait.


Munculnya KOL sebagai salah satu alat pemasaran, ternyata berawal dari hasil riset yang pernah dikeluarkan oleh Nielsen. Menurut survei Nielsen, 92 persen pelanggan merasa lebih percaya dengan pendapat atau rekomendasi seseorang akan suatu produk, dibandingkan dengan iklan.


Dan, 74 dari 92 persen pelanggan mengaku KOL cukup memengaruhi keputusan mereka untuk membeli suatu produk. Bahkan, 115 persen generasi millennials mengaku lebih percaya dengan pendapat orang akan suatu produk daripada iklan komersial*.


KOL VS INFLUENCER

Selain KOL , kamu semua juga pasti pernah mendengar kata influencer . Kebanyakan orang, sering salah kaprah. Alias menganggap KOL dan influencer adalah sebuah pekerjaan yang sama. Padahal, KOL dan influencer adalah dua hal yang berbeda, lho!


Meskipun sekilas pekerjaan keduanya kurang lebih sama. Tetapi dalam strategi pemasaran, posisi KOL lebih tinggi dibanding influencer. Mengapa? Karena KOL adalah orang yang paham betul akan produk atau hal yang ia promosikan.


Maka dari itu KOL pada umumnya adalah orang-orang yang ahli atau expert di bidangnya. Misal dalam bidang kesehatan ada dokter, dalam bidang obat-obatan ada apoteker, dalam bidang fashion ada desainer, dan masih banyak lagi.


Karena itulah, ketika sebuah brand menggunakan KOL maka kepercayaan orang terhadap brand tersebut akan semakin tinggi. Jadi tidak heran, jika pada akhirnya penjualan produk dari brand tersebut bisa mengalami peningkatan.


KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KOL

Setelah mendengar penjabaran soal KOL , apakah dapat disimpulkan bahwa menggunakan KOL sebagai salah satu strategi marketing cukup menguntungkan? Secara keseluruhan tentu menguntungkan. Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan KOL sebagai alat strategi pemasaran:



Logikanya, kalau kamu mendengar ulasan sebuah produk dari seorang ahli dan orang random di internet, mana yang akan lebih kamu percaya? Yang ahlinya kan? Karena itulah, peran KOL dalam strategi pemasaran bisa dibilang cukup penting untuk keberlangsungan brand terkait.


Meski begitu, menunjuk KOL untuk menjadi representatif dari brand tidak sembarangan. Karena harus ada biaya atau bujet yang kamu keluarkan. Semakin ahli KOL yang kamu inginkan, maka biaya yang harus kamu keluarkan juga pasti tidak sedikit. Di balik produk yang bagus pasti ada biaya besar yang harus kamu keluarkan.



(Foto: freepik.com/wayhomestudio)


*Sumber: https://www.activecampaign.com/blog/key-opinion-leaders


CARA MENJADI KOL

Jadi gimana? Apakah ada di antara kamu yang tertarik untuk jadi KOL ? Kalau kamu tertarik, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi KOL :


Harus Memperkaya Diri Akan Suatu Ilmu

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa untuk menjadi KOL kamu tentu harus paham tentang suatu bidang hingga bisa disebut sebagai ahlinya. Karena itulah memperkaya diri akan suatu ilmu adalah penting!


Harus Jujur

Menjadi seorang KOL sebaiknya tidak as long as I get paid . Sebab pendapat seorang KOL akan sangat dipercaya oleh masyarakat. Karena itulah, kalau kamu mendapat penawaran untuk bekerja sama dengan sebuah brand atau institusi, sebaiknya pelajari dulu secara dalam akan pihak tersebut.


Sehingga semua ulasan atau pendapatmu tentang brand atau institusi tersebut bisa dipercaya oleh banyak orang. Jika kamu tidak melakukan ini, maka kamu secara tidak langsung sudah menodai profesimu sebagai KOL .


Bayangkan kalau ternyata produk, brand, atau institusi yang kamu promosikan ternyata tidak legit? Pasti kamu juga yang akan kena imbasnya kan?


Harus Profesional

Karena pekerjaanmu sistemnya adalah kepercayaan, maka kepercayaan brand atau institusi terhadapmu harus bisa dipegang atau dipertanggungjawabkan. Karena meskipun kamu ahli, kalau kamu tidak profesional pasti tidak akan ada lagi brand atau institusi yang mau memakai jasamu.


Rutin Bersosialisasi

Terakhir, kalau kamu mau jadi KOL harus rutin melakukan sosialisasi diri di berbagai tempat. Baik offline maupun online . Misalnya dengan hadir sebagai peserta di beberapa event terkait atau menggunakan media sosial kamu seperti Instagram, TikTok, atau YouTube, untuk mempromosikan diri kamu.


Caranya dengan mengunggah beberapa konten yang bisa membuat kamu terlihat menguasai hal yang kamu bahas. Contohnya kamu adalah seorang dokter, mungkin bisa membuat konten-konten kesehatan seperti menjelaskan gangguan kesehatan tertentu, atau menjawab mitos-mitos di masyarakat yang terkait dengan bidang kesehatan.


Kalau konten yang kamu buat berhasil menarik perhatian publik, maka kesempatan untuk bekerja sama dengan brand atau institusi pasti akan datang. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada manajemen KOL (layaknya manajemen artis) yang menawarkan kamu untuk bergabung dengan mereka.



(Foto: freepik.com/freepik)


(Andiasti Ajani, foto: freepik.com/freepik)
Artikel Asli