Misteri di Wisma Tumapel Malang, Penampakan Noni Belanda hingga Perempuan Berambut Panjang

sindonews | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 05:31
Misteri di Wisma Tumapel Malang, Penampakan Noni Belanda hingga Perempuan Berambut Panjang

MALANG - Wisma Tumapel , salah satu bangunan tua bersejarah di Kota Malang, Jawa Timur, menyimpan sejumlah misteri . Konon bangunan yang dulu difungsikan sebagai penginapan di zaman Belanda dan markas kempetei pada masa pendudukan Jepang itu memiliki aura mistis.

Penelusuran di Wisma Tumapel, kesan mistis memang terasa kental dari lorong demi lorong dan ruang demi ruang. Beberapa bagian bangunan yang tak terawat kian menambah kesan horor bangunan yang dulunya bernama Splendid Inn Hotel di era Belanda ini.

Energi masa lalu masih terlihat terasa. Sosok noni Belanda menjadi salah satu penghuni tak tampak di bangunan yang terletak di Jalan Tumapel Nomor 1 Kota Malang. Bahkan penelusuran di lokasi dengan menggunakan indera lain, meskipun siang hari, sosok-sosok tak tampak masih terlihat.

Noni Belanda menjadi salah satu makhluk astral yang mendiami bangunan yang kini dimiliki Universitas Negeri Malang (UM) ini. Selain noni Belanda, beberapa sosok astral pria bule mengenakan pakaian khas Belanda juga terlihat.

Tak ketinggalan ada sosok-sosok astral yang berasal dari sekitar lokasi wisma. Sosok ini berwujud perempuan berambut panjang hingga terurai ke lantai. Wajah sosok ini bahkan tak terlihat karena lebatnya rambut. Belum lagi sosok anak kecil tak kasat mata bernama Firman, yang konon menjadi penghuni tetap wisma ini.

Suara-suara langkah kaki dengan sepatu prajurit yang konon petinggi prajurit Belanda masih terdengar. Bahkan saat penelusuran sempat terdengar adanya suara tangisan perempuan dari salah satu kamar di lantai dua yang terkunci.

Penjaga wisma Masud membenarkan bila memang ada sosok astral yang mendiami Wisma Tumapel. Namun, selama berjaga dirinya merasa sudah biasa dan tak terganggu dengan kehadiran mereka.

"Yang sering tampak noni itu. Kalau anak kecil yang namanya Firman biasanya main-main. Kalau yang lain mungkin ada suara seperti orang jalan pakai sepatu boot tentara," ucap Masud saat ditemui di lokasi, belum lama ini.

Pria yang berjaga di Wisma Tumapel sejak 2019 itu mengungkapkan, satu penghuni yang sedikit mengganggu adalah perempuan yang berada di lantai atas, dengan penampilan rambutnya yang panjang hingga terjulur ke lantai.

"Yang biasanya mengganggu yang perempuan rambut panjang itu. Tapi selama ini sudah biasa sih kalau jaga," tuturnya.

Pengakuan Masud diamini oleh seorang warga yang pernah tinggal di Wisma Tumapel bernama Erlina Laksmiani Wahdyutami. Dosen Universitas Merdeka (Unmer) ini sejak lahir hingga 1993 sempat tinggal di Wisma Tumapel.

Kebetulan saat itu Wisma Tumapel pernah difungsikan sebagai rumah dinas bagi para dosen dan karyawan UM. Total ada sekitar 30 kepala keluarga baik dari dosen maupun karyawan UM yang pernah tinggal di situ.

"Ya memang dulu terkenal seram, sampai-sampai dari beberapa orang dosen dan karyawan yang ditawari tinggal di situ, hanya dua kepala keluarga yang mau. Orangtua saya dan ada satu lagi yang awal-awal tinggal di situ," jelasnya.

Erlin, sapaan akrabnya, mengisahkan bahwa selama tinggal di sana sejumlah peristiwa ganjil pernah ia alami. Bahkan peristiwa kerasukan merupakan hal yang biasa dilihatnya saat menghuni wisma tersebut.

"Pernah saat tidur siang saya sendiri. Noleh sebentar di samping itu ada orang, kakak saya. Lalu saat terbangun penuh, saya baru sadar kakak saya kan sedang kuliah di Surabaya. Saat dilihat lagi sudah hilang, ya itu sudah biasa," paparnya.

Artikel Asli