5 Gangguan Penglihatan Paling Banyak Diderita Orang, Lengkap dengan Gejalanya

okezone | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:10
5 Gangguan Penglihatan Paling Banyak Diderita Orang, Lengkap dengan Gejalanya

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 1 miliar orang di dunia memiliki gangguan penglihatan, baik itu rabun dekat maupun rabun jauh yang dapat dicegah atau belum ditangani.

Masalah pada mata ini sejatinya bisa dialami oleh semua jenis usia, namun hingga sekarang kasusnya didominasi oleh individu berusia di atas 50 tahun. Selain gangguan penglihatan, masalah mata yang banyak dialami juga adalah kebutaan.

Nah, pada Hari Penglihatan Sedunia 2021 yang jatuh pada 14 Oktober ini, MNC Portal coba mengedukasi masyarakat terkait 5 masalah mata yang paling banyak dialami dan bagaimana cara pencegahannya. Dilansir dari laman Iris Vision, berikut paparan selengkapnya:

1. Katarak

Katarak

Katarak merupakan salah satu masalah mata yang paling banyak terjadi. Pembentukan daerah keruh di lensa mata disebut sebagai katarak. Cahaya melewati lensa mata yang jernih ke retina Anda (seperti kamera), tempat gambar diproses. Dengan katarak yang mempengaruhi lensa mata, cahaya tidak dapat melewati retina dengan cukup lancar.

Akibatnya, Anda tidak dapat melihat sejelas orang tanpa katarak dan mungkin juga melihat lingkaran cahaya atau silau di sekitar lampu di malam hari.

Bagaimana gejalanya?

Sebagian besar akibat waktu. Pembentukan katarak adalah proses yang lambat, tanpa gejala khas seperti nyeri, mata berair, atau mata merah. Namun, ada beberapa gejala yang mengarah ke kondisi katarak, seperti

- Penglihatan kabur, berkabut, atau redup

- Masalah melihat di malam hari

- Masalah melihat melalui cahaya dan silau

- Melihat 'lingkaran cahaya' di sekitar lampu

- Sering mengganti lensa kontak atau kacamata

- Tampilan warna yang pudar

2. Glaukoma

Glaukoma adalah kondisi mata di mana saraf optik mata rusak, semakin memburuk dari waktu ke waktu. Sebagian besar, itu menghasilkan penumpukan tekanan di dalam cairan di mata Anda, yang berpotensi merusak saraf optik yang bertanggung jawab untuk mentransmisikan gambar ke otak.

Peningkatan tekanan ini juga disebut sebagai tekanan intraokular, juga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika terus berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama. Jika tidak diobati, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen dalam hitungan beberapa tahun.

Glaukoma memiliki 2 tipe, Open-angle glaukoma dan Angle-closure glaukoma. Keduanya pun memiliki gejala yang berbeda:

Open-angle Glaukoma

Tidak ada gejala yang pasti di awal kejadian, namun beberapa laporan mengungkapkan penglihatan seseorang akan seperti 'terowongan' di mana cukup gelap di sisi kanan dan kiri dan ini terjadi pada kedua mata.

Angle-closure glaukoma

Jika seseorang mengalami masalah ini, kebutaan bisa terjadi dalam waktu satu atau dua hari saja, karena itu perlu tindakan segera jika sudah terjadi gejala seperti sakit parah di mata disertai mual dan muntah. Kemudian, gangguan penglihatan yang datang tanpa aba-aba atau mendadak di ruangan kurang cahaya, penglihatan kabur, dan mata merah.

3. Diabetik retinopati

Periksa Mata

Diabetik retinopati pada dasarnya adalah komplikasi diabetes yang mempengaruhi mata, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang menyebar ke seluruh jaringan peka cahaya retina (bagian belakang mata).

Siapapun yang memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2 dapat mengembangkan kondisi mata ini, terutama mereka yang menderita diabetes dalam waktu lama dengan kadar gula darah yang fluktuatif. Biasanya, kedua mata terkena retinopati diabetik.

Bagaimana gejalanya?

Mungkin tidak ada gejala yang terlihat pada tahap awal masalah mata ini. Namun, ketika masalah berkembang ke tahap selanjutnya, gejala berikut mungkin muncul:

- Bintik-bintik gelap atau benang mengambang melalui penglihatan Anda (floaters)

- Pengenalan warna terganggu

- Penglihatan berfluktuasi

- Penglihatan kabur

- Kehilangan penglihatan

Artikel Asli