Beri ASI ke Bayi Jangan Pakai Dot, Ini Alasannya

okezone | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:43
Beri ASI ke Bayi Jangan Pakai Dot, Ini Alasannya

ANCAMAN risiko dampak Bisphenol A (BPA) bisa terjadi pada anak. Karena anak masih menggunakan alat makan ataupun benda lainnya yang ternyata masih banyak yang mengandung BPA.

Misalnya saja pada botol susu, piranti makan, minuman kemasan galon hingga produk kemasan makanan atau minuman yang tak ada label BPA free. Hal ini perlu dihindari oleh orangtua agar tak timbuh risiko berbahaya dari BPA.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (Nia Umar) mengatakan, BPA menjadi problematis karena ada di mana-mana dan bisa masuk dengan mudah dalam rantai konsumsi. BPA dengan mudah masuk ke dalam rantai makanan dan dapat ditemukan dalam urin, darah, termasuk darah ibu hamil, tali pusat, dan ASI.

Dot

BPA juga memiliki risiko yang sangat besar terhadap ibu hamil. Berdasarkan studi yang saya pelajari, BPA mengganggu kerja endokrin dan meniru estrogen, ungkapnya dalam acara Dialog Publik Mendesain Regulasi Bisphenol A yang Tepat.

Dia juga menyebut jika BPA adalah polusi yang tidak terlihat dan tidak tercium. Namun dampaknya sangat buruk karena masih banyak dijumpai pada kehidupan sehari-hari.

Diungkapkan Nia Umar, masih banyak pula ibu-ibu ASI yang menggunakan botol dot saat memberi ASI perah. Seperti dia ketahui, belum semua botol dot yang bebas BPA.

"Kampanye kami memang saat ibu memberi ASI perah tidak perlu pakai dot. Selain karena bahaya BPA pada piranti ASI yang dimiliki ibu, anak juga bisa bingung puting. Disarankan pakai gelas kecil dari kaca yang mudah dibersihkan dan tidak ada risiko bayi," terangnya.

Artikel Asli