BKKBN Siapkan Generasi Berkualitas sejak Dini

radarjogja | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:15
BKKBN Siapkan Generasi Berkualitas sejak Dini

RADAR JOGJA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mengkampanyekan upaya membangun generasi sehat dan berkualitas. Upaya itu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Bahkan dilakukan sejak pranikah.

Kita harus siapkan generasi berkualitas sejak dini. Orientasi BKKBN sekarang bukan lagi dua anak cukup. Tapi dua anak lebih sehat, ujar Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono kemarin (13/10).

Menurut Ari, upaya pengendalian penduduk yang dilakukan BKKBN berbeda dengan era-era di masa Orde Baru. Kini institusinya lebih mengedepankan pada pertumbuhan penduduk yang seimbang. Bukan lagi dua anak cukup, jelas Ari saat acara Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Balai Kalurahan Wonosari, Gunungkidul.

Diingatkan, menyiapkan SDM maju dan bermutu harus dipersiapkan. Bentuknya dengan menciptakan keluarga berkualitas. Pasangan pengantin harus benar-benar siap secara jasmani dan rohani. Karena itu, sejak remaja harus mulai dikenalkan dengan informasi seputar reproduksi.

Sejak dalam kandungan calon generasi penerus harus benar-benar terjamin kesehatannya. Baik kesehatan ibu maupun anak. Bayi harus lahir sehat dan tidak mengalami stunting, katanya.

Stunting adalah bayi yang pertumbuhannya tidak sehat. Mengalami kerdil atau tumbuh kembangnya pendek.

Kecerdasannya menjadi tidak optimal, ujar birokrat berlatar belakang akuntan ini.

Menurut Ari, BKKBN tak hanya mendorong lahirnya generasi berkualitas. Namun anak sejak remaja hinga orang tua yang telah lansia juga harus dijaga kesehatannya.

Lansia tangguh, mandiri dan sehat, ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Sukamto juga hadir dalam acara tersebut. Dia mendukung berbagai program BKKBN. Khususnya dalam menyiapkan SDM yang maju dan bermutu.

Itu menjadi cita-cita kita bersama yang harus dapat diimplementasikan. Kita siapkan generasi muda yang secara kualitas lebih baik, tegasnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyatakan program BKKBN selaras dengan kegiatan yang diadaan Pemkab Gunungkidul. Dia setuju agar membangun sebuah keluarga dengan perencanaan.

Kalau tidak terencana ya seperti yang ada di jalan itu, ucapnya.

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BKKBN DIJ Rohdhiana Sumariati mengingatkan pentingnya membangun generasi emas. Bentuknya dengan cara seminimal mungkin mencegah terjadinya stunting. Karena itu, BKKBN membuat banyak program dan penyuluhan. Termasuk bagi calon pengantin yang akan menikah.

Kami berikan penyuluhan bagaimana soal reproduksi yang sehat, terang dia.

Diingatkan, generasi sehat disiapkan sejak lahir hingga usia 2 tahun atau 1000 hari. Itulah titik awal dan krusial mencegah terjadinya stunting.

Salah satu yang ditekankan adalah pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (HPK), kata Rohdhiana. (sce/kus/dwi)

Artikel Asli