Hasil Penelitian Terungkap, Manusia dan Anjing Hidup Bareng 12.000 Tahun Lalu

Gaya Hidup | okezone | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 04:00
Hasil Penelitian Terungkap, Manusia dan Anjing Hidup Bareng 12.000 Tahun Lalu

SEBUAH studi baru yang diluncurkan oleh para ilmuwan Amerika Latin menunjukkan bahwa temuan fosil tulang rahang dapat membuktikan bahwa anjing peliharaan hidup di Amerika Tengah 12.000 tahun yang lalu.

Anjing-anjing dan tuannya berpotensi hidup berdampingan dengan hewan raksasa, kata para peneliti.

Sebuah penggalian tahun 1978 di Nacaome, timur laut Kosta Rika, menemukan sisa-sisa tulang dari Pleistosen Akhir.

Penggalian dimulai pada 1990-an dan menghasilkan sisa-sisa kuda raksasa, Equus sp, glyptodon (armadillo besar), mastodon (leluhur gajah modern) dan sepotong rahang dari apa yang awalnya dianggap sebagai tengkorak coyote. .

"Kami pikir sangat aneh memiliki coyote di Pleistosen, yaitu 12.000 tahun yang lalu," kata peneliti Kosta Rika, Guillermo Vargas kepada kantor berita AFP .

Ilustrasi

"Ketika kami mulai melihat fragmen tulang, kami mulai melihat karakteristik yang mungkin berasal dari seekor anjing. Jadi kami terus mencari, kami memindainya dan itu menunjukkan bahwa itu adalah anjing yang hidup dengan manusia 12.000 tahun yang lalu di Kosta Rika."

Kehadiran anjing merupakan tanda bahwa manusia juga tinggal di suatu tempat. "Kami pikir aneh bahwa sampel diklasifikasikan sebagai coyote karena mereka baru tiba di Kosta Rika pada abad ke-20," katanya,

Melansir dari Daily Sabah , Rabu (13/10/2021), coyote adalah kerabat anjing domestik, meskipun dengan rahang yang berbeda dan gigi yang lebih runcing.

"Anjing memakan sisa makanan manusia. Giginya tidak begitu menentukan kelangsungan hidupnya. Ia berburu mangsa besar dengan teman manusianya. Sampel ini mencerminkan perbedaan itu," kata Vargas

Artikel Asli