Cara Memperlambat Penuaan

koran-jakarta.com | Gaya Hidup | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 00:30
Cara Memperlambat Penuaan

Ada hal-hal yang ditemukan para ilmuwan ketika mengamati orang-orang yang berumur panjang. Salah satunya adalah faktor gaya hidup seperti makan jenis makanan yang tepat dan berolahraga.
Alasan para ilmuwan percaya bahwa kebiasaan dan intervensi gaya hidup ini berhasil membuat umur kita panjang karena semua itu bisa meningkatkan pertahanan alami tubuh terhadap penyakit dan penuaan.

Merasa panas atau dingin, lapar, dan sesak napas adalah cara untuk mengaktifkan pertahanan ini.

"Akar dari pertahanan ini adalah segelintir gen, dan kami telah mempelajari satu set gen yang mengontrol epigenom dan diaktifkan oleh olahraga, oleh rasa lapar. Inilah mengapa kami percaya bahwa makan dengan benar dan berpuasa (diet) dapat memperlambat jam penuaan," ucap Sinclair.

"Gen kita tidak berevolusi saat kehidupan kita dimanjakan. Perlu sedikit tekanan untuk mengaktifkan gen yang memperlambat pertumbuhan sel dan penuaan," tulis Sinclair di buku terlarisnya, Lifespan (Why we age - and why we don't have to) seperti dilansir dari Washington Post edisi 11 Oktober lalu.

Langkah selanjutnya menurut Sinclair adalah untuk mengatasi batas-batas kesehatan kita yang telah kita warisi. "Kita melakukan ini setiap hari, ketika kita minum aspirin atau berpakaian. Kita mengubah lingkungan kita dan kita juga dapat mengubah tubuh kita," kata dia.

Seperti kita ketahui bahwa penuaan adalah penyebab sebagian besar penyakit dan sejauh ini merupakan penyebab utama penyakit jantung dan Alzheimer.

Menyikapi fakta itu, Sinclair menegaskan alasan mengapa kita harus memiliki hidup yang lebih lama dan lebih sehat. "Perbedaannya adalah bahwa kita perlu mencari akar penyebab penyakit, bukannya membalut penyakit itu begitu penyakit itu muncul. Dengan menyerang akar penyebabnya, dampaknya akan lebih besar dan itu akan berlaku untuk seluruh tubuh," ungkap dia.

"Kita seharusnya tidak hanya memperlambat penuaan jantung dan membiarkan otak menua, karena akan mengakibatkan lebih banyak orang dengan penyakit Alzheimer. Kita membutuhkan pendekatan yang membuat semua bagian tubuh tetap sehat lebih lama. Dan itulah pendekatan yang saya ambil," pungkas dia. I-1

Artikel Asli