Siapa Paling Berisiko Terkena Osteoporosis, dan Cara Mengendalikannya

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:26
Siapa Paling Berisiko Terkena Osteoporosis, dan Cara Mengendalikannya

Bisnis.com, JAKARTA- Menurut pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Departemen Kesehatan, di seluruh dunia, 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis, serta diperkirakan 2 dari 5 penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis. Bahkan pada 2050, pria dan wanita lebih dari 50 tahun paling berisiko untuk osteoporosis akan menjadi sepertiga dari total penduduk Indonesia .

Erwin Pandapotan, Hutapea, dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi menjelaskan bahwa osteoporosis dapat menyerang siapa saja terutama dewasa dan lanjut usia. Osteoporosis , tuturnya, merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi di mana tanda dan gejalanya tidak disadari.

Namun osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin, ujarnya, Minggu (10/10/2021).

Sementara itu, Ida Gunawan, spesialis gizi klinik menganjurkan masyarakat mulai memperbaiki gaya hidup dan juga pola makan. Osteoporosis, tuturnya, dapat disebabkan salah satunya karena faktor usia, rendahnya asupan kalsium, antioksidan, dan protein, maupun kurangnya aktivitas fsik serta gaya hidup yang kurang sehat.

Pola hidup sehat, tuturnya, harus dimulai sedini mungkin untuk mencegah osteoporosis dan penting untuk mengkonsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat dan juga melakukan gaya hidup sehat, salah satunya adalah dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis.

Konsumsilah nutrisi yang tepat dan seimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun. Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian kita setiap harinya mulai dari usia muda sampai usia lanjut, lanjutnya.

Sementara itu, Antonius Andi Kurniawan, spesialis kedokteran olahraga menjelaskan selain nutrisi setiap hari yang perlu diperhatikan, salah satu cara terbaik untuk memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis adalah dengan berolahraga secara teratur.

"Saat berolahraga, kita tidak hanya membangun otot dan daya tahan, tetapi juga membangun dan mempertahankan jumlah dan ketebalan tulang Anda, atau kepadatan massa tulang. Wajib melakukan aktivitas fsik sebanyak 30 menit setiap hari dengan tetap memperhatikan beban yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, ungkapnya.

Boy Sinaga, Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals mengungkapkan bahwa edukasi perihal osteoporosis ini merupakan bagian dari peringatan Hari Oesteoporosis Nasional.

Saat bertambahnya usia, gejala faktor U seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis serta sarkopenia itu semakin terasa, pungkasnya.

Artikel Asli