5 Cara Buang Minyak Jelantah yang Benar, Jangan ke Wastafel!

okezone | Gaya Hidup | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 08:25
5 Cara Buang Minyak Jelantah yang Benar, Jangan ke Wastafel!

MINYAK goreng bekas (minyak jelantah) tidak boleh dibuang sembarangan. Pasalnya, membuang minyak sembarangan itu dapat berdampak buruk pada lingkungan. Limbah minyak yang mengalir ke laut, alhasil air jadi tercermar.

Selain itu, jika dibuang ke wastafel dapat menyumbat saluran air. Penyumbatan saluran akan jadi kotor dan memungkinkan bakteri berkembang biak di sana.

Jika biasanya Anda membuang minyak jelantah ke wastafel maka Anda harus berhenti melakukan hal itu mulai sekarang! Melansir ACTenviro, berikut lima cara membuang minyak jelantah dengan benar.

Minyak Jelantah

1. Masukkan ke dalam botol atau wadah yang ingin dibuang

Sebelumnya, pastikan minyak sudah dingin. Lalu, tuang ke botol atau kontainer apa pun yang ingin Anda buang sekalian. Tutup dengan rapat agar tidak tumpah. Siap dibuang.

2. Bekukan minyak jelantah

Ketika berbentuk padat, minyak jelantah menjadi lebih mudah untuk ditangani atau dibuang. Namun, butuh waktu sehari untuk membekukan minyak. Setelah beku, siap dibuang. Perlu diingat, jangan menggunakan kantong plastik karena lama-kelamaan dapat robek dan minyak jadi berserakan.

3. Jadikan pupuk kompos

Mengejutkan bukan, ternyata minyak bekas dapat dijadikan pupuk kompos. Namun, tidak semua minyak dapat digunakan sebagai pupuk kompos ya hanya minyak sayur (minyak nabati). Kandungannya alami yaitu dari kedelai, jagung, biji bunga matahari, kelapa dan juga zaitun. Cacing tanah menyukai minyak sayur. Jadi, manfaat yang diberikan tidak hanya untuk tanaman, tapi juga makhluk yang hidup di dalamnya.

Tidak dapat dijadikan pupuk kompos jika itu minyak bekas memasak daging. Justru malah akan mengundang serangga, tikus, dan hama lainnya.

Artikel Asli