Review Komik Kelas Neraka: Kelas Paling Seram dari Kelas Angker Manapun!

Gaya Hidup | yunoya.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 09:33
Review Komik Kelas Neraka: Kelas Paling Seram dari Kelas Angker Manapun!

Bagi kebanyakan dari pada kita mungkin menyukai alur cerita komik bertema horor tapi tidak memerlukan jump scare atau tampakan hantu untuk membangkitkan rasa nyeri di dada. Begitulah yang dilakukan oleh komik Kelas Neraka memberdayakan emosi kita.

Lalu bagaimana sih komik Kelas Neraka ini? Yuk kita bahas di Yunoya Media.

komik kelas neraka

Kelas Neraka menjadi ajang pembuktian sekali lagi dari Kosmik Story Lab dan Get Up Production . Memang mereka sudah mahsyur dengan karyanya seperti Takhta yang bisa kalian baca di situs Karyakarsa.

Karakter kita bernama Kenaya Ardante. Seorang siswa yang bersekolah di Sekolah Swasta terkenal. Tapi sebelumnya gue ngga mau spoiler cerita jadi gue jabarkan garis besar komik ini. Oke, lanjut.

Awalnya memang gue melihat Kelas Neraka sebagai cerita remaja bertema hantu melalang buana ke tempat seram lalu terkena kutukan. Atau sebatas uji nyali sembari nyambi menciptakan konten untuk tenar selaku artis sosial media dengan kisah viralnya yang mengerikan. Bahkan dari judulnya gue ngga menampik kalau awalnya gue yakin ceritanya akan berkiblat pada ruang horor atau kelas keramat di sebuah Sekolah. Rupanya tidak.

Kelas Neraka benar-benar mempresentasikan maksud dari Kelas Neraka itu sendiri tanpa ada figur mistis nan seram menghiasi tiap panel. Sebuah problematika pendidikan kita mengenai kasus serius semacam perundungan yang kerap terjadi. Nah , begitulah yang terjadi pada cergam ini.

Kaisar Luciferino

Kenaya selaku anak tertindas diperlakukan dengan keji oleh senior bahkan teman seangkatannya sendiri. Namun tetap karakter utama kita masih seorang anak polos yang tidak memiliki pilihan lain. Atau bahasa kasarnya, Cupu .

Tapi lagi-lagi gue dibuat kaget setengah mati akan perlakuan dan imajinasi kreator dalam menggambarkan di dalamnya. Perbudakan yang ekstrim dilakukan oleh manusia sekelas anak Sekolahan di sini benar-benar di luar dugaan gue. Belum lagi ditambah tingkat kebengisan antagonis di dalamnya yang sudah kelewatan.

Gejolak dan kengerian ini terus berlanjut hingga panel-panel berikutnya. Didukung dialog segar nan padat membuat alur ceritanya berjalan cukup lambat.

Kenaya Ardante

Seolah-olah gue merasakan kesakitan yang dirasakan Kenaya dan hal-hal yang membuat gue paranoid sama lingkungan sekolah bila mana pendidikan kita masih belum maksimal memberantas perundungan, baik langsung ataupun secara daring ( Cyber Bullying).

Hantaman itu masih belum selesai jika kita menilai banyak sudut kejahatan yang dipaparkan dalam cergam ini. Alih-alih tempo pembalasan Ken bisa segera dieksekusi, Kosmik memberi kita sedikit ruang untuk bernafas dengan dialog yang cukup santai di beberapa Chapter.

Dendam serta drama yang disajikan oleh salah satu karakter cukup membuat otak gue mikir keras mengenai ketulusan dan perannya dalam serial ini.

Tapi sampai akhir chapter yang gue baca, rupanya memang ritme cerita Kelas Neraka sengaja dibuat serumit ini dari segi pemaparan kasus ketimbang menyuguhkan poin langsung tanpa memerhatikan keinginan pembaca yang sudah dari awal dibuat lambat dengan dialognya yang elegan itu. Sangat bagus.

Salah satu dialog pada Kelas Neraka

Panelnya panjang dengan artwork yang memanjakan mata. Khas webtun bangetlah. Namun dari semua itu gue sangat mengagumi bagaimana Rendi selaku penulis dalam proyek ini mampu menyeret Kenaya dari si Baik menjadi Manusia Setengah Iblis melalui pemaparan dialog indah diikuti narasi yang teramat kelam.

Dari sini gue sepakat bahwa Kelas Neraka merupakan cergam pendatang baru terbaik yang gue baca sejauh ini. Webtunnya bisa kalian baca di sini.

Dan itu dia ulasan kami untuk Kelas Neraka. Apakah kamu suka dengan ulasan ini? Berikan komentarmu dan bagikan, ya!


Artikel Asli