Hukum Bacaan Allah, Pengertian & Contohnya dalam Ilmu Tajwid

inewsid | Gaya Hidup | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 15:52
Hukum Bacaan Allah, Pengertian & Contohnya dalam Ilmu Tajwid

JAKARTA, iNews.id - Hukum Bacaan Allah atau lam jalalah dalam Ilmu Tajwid ada dua yakni tafkhim dan tarqiq. Lam Jalalah dalam ilmu tajwid adalah huruf lam yang terdapat pada kata Allah SWT. Membaca lam jalalah ada aturannya.

Sebagai seorang muslim tentu sering membaca dan menyebut nama Allah baik dalam obrolan sehari-hari maupun dalam dzikir dan ibadah shalat.

Berikut dua hukum bacaan Allah atau lam jalalah dalam ilmu tajwid sebagai berikut:

1. Allah Dibaca Tebal (Lam jalalah tafkhim)

Cara ini dilakukan apabila lafadz Allah berada di awal kalimat, setelah harakat fathah, atau setelah harakat damah.

Contoh hukum bacaan lafadz Allah tafkhim:

Lam jalalah berada di awal kalimat setelah harkat fathah dibaca tafkhim. Cara membacanya: Allahu laailaaha illa huwal khayyul qayyum. Terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 2.

Dibaca: Wallahu 'azizun dzungtiqoom. Surat Ali Imran ayat 4.

Lam jalaln berada di tengah setelah huruf dhommah dibaca tebal. Cara membacanya: Fazaadahumullahu maradha. Terdapat dalam Surat Al baqarah ayat 10.

2. Hukum Lafadz Allah Dibaca Tarqiq (Tipis)

Hukum bacaan Allah dibaca tipis apabila lafadz Allah atau lam jalalah berada setelah harakat kasrah.

Contoh hukum bacaan Allah dibaca tipis.

Lam jalalah setelah huruf kasroh dibaca tipis. Cara membacanya: Bismillahir rakhmaanir rakhiim.

Cara membacanya: Aamana billaahi wabil yaumil aakhiri. Terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 8.

Lam jalalah dibaca tipis. Cara membacanya: Alhamdulillahil ladzii. Terdapat dalam Surat Al Kahfi ayat 1.

Hukum Belajar Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid memberikan aturan untuk membantu mempermudah umat Islam non-Arab agar bisa membaca lafal-lafal Arab dengan cara yang benar. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesalahan pelafalan yang berakibat pada kesalahan makna.

Hukum mempelajari Ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah, sedang membaca Al Qur'an dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid hukumnya Fardhu Ain.

Bagi orang yang belum mampu membaca Al Qur'an sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid wajib hukumnya untuk berusaha membaguskan bacaannya sehingga mencapai standar yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.

Hukum bacaan tajwid penting diketahui Muslim dalam membaca Alquran. Sebab, membaca Alquran harus benar dan tartil serta tahu makhrojul khuruf maupun kapan harus berhenti dan lanjut. Salah satu upaya agar bisa membaca Alquran dengan baik dan tartil yakni belajar ilmu tajwid yakni ilmu yang mempelajari tentang cara pengucapan dan pelafalan Al quran.

Allah SWT berfirman:

Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4)

Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut di atas adalah bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-lahan) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca, dan memang demikianlah bacaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW Sehingga Siti Aisyah radhiallahu 'anha mengatakan bahwa Nabi SAW bila membaca Alquran yaitu perlahan-lahan sehingga bacaan beliau terasa paling Iama dibandingkan dengan orang lain.

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui sahabat Anas ra, bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Maka ia menjawab, bahwa bacaan Alquran yang dilakukan oleh beliau panjang.

Adab Membaca Alquran

Adab membaca Alquran perlu diperhatikan tiap Muslim agar mendapat rahmat bukan laknat. Alquran adalah Firman Allah yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun.

Al Quran adalah kitab pedoman dan petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Swt.

Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al Quran. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw: Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari).

Ketika membaca al-Quran, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan dalam membaca Al Quran:

1. Membaca dalam keadaan suci, duduk yang sopan dan tenang.

2. Membacanya dengan pelan dan tidak cepat agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

3. Membaca Al Quran dengan khusyu, menangis terenyuh karena pengaruh sentuhan ayat yang dibaca.

4. Membaguskan suara artinya membaca Al Quran sesuai dengan makharijul huruf dan bacaan tajwidnya dengan baik dan benar.

5. Mengawali dengan membaca istiadzah atau ta'awudz meminta perlindungan Allah SWT dari godaan setan.

Wallahu A'lam

Sumber: Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Kemenag.

Artikel Asli