Duh, Masih Ada Pengunjung Borobudur Belum Siap Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Gaya Hidup | okezone | Published at Selasa, 21 September 2021 - 04:30
Duh, Masih Ada Pengunjung Borobudur Belum Siap Pakai Aplikasi PeduliLindungi

APLIKASI PeduliLindungi mulai diterapkan pada uji coba pembukaan tempat wisata, salah satunya Candi Borobudur .

Namun, masih saja terdapat pengunjung Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang belum menyiapkan bahkan tidak paham dengan aplikasi yang menjadi syarat masuk di objek wisata tersebut.

Pengunjung dari Surabaya, Ailin mengaku belum mengetahui jika syarat masuk ke Taman Wisata Candi Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Kami tadi sempat bingung, tetapi ada petugas yang membantu download, pelayanannya bagus," katanya.

Menanggapi penggunaan aplikasi tersebut sebagai syarat untuk masuk Taman Wisata Candi Borobudur, ia menyampaikan apresiasi karena hal tersebut demi keamanan diri sendiri.

Pengunjung dari Jakarta, Ana yang datang berombongan bersama familinya mengatakan sudah mengetahui dari media jika masuk Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Saya dan anak saya sudah mengunduh aplikasi tersebut, tetapi beberapa saudara saya belum melakukan sehingga harus mengunduh aplikasi tersebut lebih dulu di lokasi sehingga tidak bisa langsung masuk," katanya.

Infografis Candi Borobudur

Sementara, General Manager Unit Manohara dan Unit Borobudur, Jamaludin Mawardi mengakui pada uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi di hari pertama di Borobudur masih dijumpai banyak hambatan, bukan hanya dari sistemnya saja tetapi juga dari kesiapan para wisatawan terutama soal aplikasi PeduliLindungi.

"Kami masih menjumpai banyak wisatawan yang belum mempersiapkan diri dengan mengunduh aplikasi PeduliLindungi di smartphone mereka masing-masing. Hal ini mengakibatkan mereka tertahan, karena harus menginstal dulu aplikasi tersebut yang kadang tidak langsung berhasil sehingga memakan waktu," ucap Mawardi.

Menurut dia, memang perlu ada proses edukasi secara kontinyu, baik pada saat mereka berada di sini sebelum membeli tiket maupun sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung ke Borobudur.

"Melalui sosial media terus kami lakukan proses edukasi ini," sebutnya.

Artikel Asli