Pekerja Seks Jadi Nama Jalan di Kota Ini, Kok Bisa?

Gaya Hidup | okezone | Published at Selasa, 21 September 2021 - 00:02
Pekerja Seks Jadi Nama Jalan di Kota Ini, Kok Bisa?

PIHAK berwenang kota Brussels mengatakan akan memberikan nama sebuah jalan baru, dari nama seorang pekerja seks Nigeria yang dibunuh.

Kebijakan ini menjadi bagian dari kampanye yang luas untuk mengakui keberadaan perempuan di Belgia .

Dewan kota mengatakan jalanan ini akan diukir dengan nama Eunice Osayande, yang ditikam sampai meninggal oleh salah seorang pelanggannya pada Juni 2018.

Eunice Osayande awalnya tertarik dengan iming-iming akan pekerjaan dan masa depan yang cerah di Eropa. Perempuan asal Nigeria ini kemudian tiba di ibu kota Belgia, Brussels pada 2016.

Saat itu, dia percaya, para lelaki yang mengajaknya ke sana, merupakan agen yang bisa membuatnya menjadi bintang film. Tapi kenyataannya, mereka tak lain merupakan sindikat perdagangan manusia.

Ilustrasi

Foto Eunice Osayande yang dibunuh oleh pelanggannya (Kevin Van Den Panhuyzen/Bruzz/BBC)

Begitu tiba di Brussels, dia langsung dijerumuskan ke dunia prostitusi. Osayande diberi tahu geng penyelundup punya utang sebesar US$52,000 (Rp770 juta). Utang ini akumulasi biaya transit, mucikari dan sewa tempat.

Beberapa pekan sebelum meninggal, dia menghubungi lembaga pemerhati pekerja seks, dan menceritakan kalau dirinya mengalami kekerasan dan intimidasi selama bekerja. Saat itu, ia takut untuk pergi ke kantor polisi karena statusnya adalah buruh migran tak berdokumen.

Pada Juni 2018, saat usianya memasuki 23 tahun, Osayande ditikam sebanyak 17 kali oleh seorang pelanggan di distrik Gare du Nord.

Peristiwa ini mendorong unjuk rasa yang dilakukan komunitas pekerja seks migran di Brussel.

Baru di Belgia

Para pengunjuk rasa meminta kondisi kerja yang lebih baik, dan menyerukan pihak berwenang untuk membuat pedoman hukum yang jelas terhadap sektor pekerjaan ini.

Prostitusi bukanlah pekerjaan ilegal di Belgia, tapi tak diatur dalam peraturan nasional.

Direktur serikat pekerja seks UTSOPI, di Brussel, Maxime Maes adalah pihak yang mengorganisir unjuk rasa ini.

"Kematian Eunice sangat menyedihkan, khususnya bagi buruh migran ilegal di lingkungan tempatnya bekerja," katanya kepada BBC.

"Di lingkungan ini, kekerasan meningkat, dan sebagian besar perempuan yang paling terpinggirkan menjadi incaran."

Artikel Asli