Bukan Hanya untuk Turunkan Berat Badan, Diet Keto Juga Bisa Kurangi Risiko Terinfeksi Covid-19

herstory | Gaya Hidup | Published at Kamis, 16 September 2021 - 14:00
Bukan Hanya untuk Turunkan Berat Badan, Diet Keto Juga Bisa Kurangi Risiko Terinfeksi Covid-19

Di tengah pandemi Covid-19, beberapa makanan dianggap dapat menjadi suplemen serta vitamin untuk mengurangi risiko Covid-19.

Penelitian terbaru pun kini menemukan bahwa ada diet yang terbukti baik bagi tubuh untuk mengurangi risiko Covid-19.

Kira-kira diet apa ya? Yuk, simak penjelasan berikut, dilansir dari berbagai sumber, Kamis (16/9).

Diet untuk Menangkal Covid-19

Menurut beberapa peneliti, diet ketogenik bisa menjadi pola makan yang membantu menurunkan peluang seseorang mengembangkan virus corona Covid-19 dan mencegah keparahan.

Sebuah studi dalam jurnal Translational Medicine melaporkan bahwa diet ketogenik membantu menurunkan berat badan, pengendalian kolesterol dan peningkatan gula darah yang bisa mengurangi risiko Covid-19.

Sementara dilansir dari Times of India , diet rendah karbohidrat membuat tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar, efek mengejutkan pada sistem kekebalan tubuh kita.

Para peneliti mengatakan bahwa diet ketogenik bekerja dengan meningkatkan kadar keton dalam plasma, yang bertanggung jawab meningkatkan energi dan mengatur gen yang mengontrol serta mengelola tingkat stres oksidatif.

Selain itu, para ilmuwan mengklaim bahwa keton juga membantu menghambat respons peradangan pada kasus infeksi virus corona Covid-19 dan mencegah hiperinflamasi yang menyebabkan keparahan infeksi.

Pada tingkat yang lebih luas, diet ketogenik bisa meningkatkan fungsi sel kekebalan adaptif dan menurunkan risiko terkait virus corona Covid-19.

Anehnya, ini bukan pertama kalinya para ilmuwan mencari tahu hubungan antara diet ketogenik dan virus corona Covid-19.

Penelitian lain menjelaskan efek mengejutkan dari diet ketigenik pada influenza dengan memperkuat sel-sel kekebalan tubuh dan melawan beberapa gejala yang berkaitan dengan infeksi.

Menurut salah satu penelitian dalam jurnal Science Immunology , sel-sel yang didukung oleh diet keto bekerja dengan meningkatkan produksi lendir dalam tubuh. Hal itulah yang akan membantu melawan flu.

Bahkan penelitian itu juga menemukan diet keto bisa membuat tubuh kebal terhadap beberapa jensi virus, termasuk virus corona.

Studi sebelumnya juga menemukan beberapa bukti menunjukkan bahwa diet keto juga bisa memblokir pembentukan inflammasom, yakni penggerak sistem kekebalan yang berbahaya.

Cara Menjalani Diet Keto yang Tepat

Ketika menjalani diet keto itu artinya kamu harus siap untuk mengurangi porsi karbohidrat dalam satu hari dalam jumlah yang besar.

Diet keto standar (standard ketogenic diet) meliputi pola makan berupa 75% konsumsi lemak, 20% konsumsi protein, dan 5% konsumsi karbohidrat.

Sementara itu, diet keto tinggi protein (high-protein ketogenic diet) memiliki porsi konsumsi protein lebih banyak. Pola makan yang diterapkan adalah 60% lemak, 5% karbohidrat, dan 35% protein.

Selain itu, ada pula diet keto jenis lain yang lebih umum dilakukan oleh atlet atau binaragawan, yaitu cyclical ketogenic diet (CKD) dan targeted ketogenic diet.

Berikut beberapa makanan yang dianjurkan dalam diet keto:

- Telur, terutama yang mengandung omega 3

- Daging, ayam, kalkun, sosis, steak, dan produk daging lain

- Ikan tuna, salmon, dan makarel

- Krim, mentega, dan keju

- Sayur hijau, tomat, bawang, cabai, dan sayur lain yang rendah karbohidrat

- Kacang dan biji-bijian, seperti almond, wijen, chia, dan biji labu

- Alpukat, baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk masakan

- Minyak zaitun, minyak alpukat atau minyak kelapa

Garam, merica dan berbagai rempah alami

Sedangkan, berikut adalah makanan yang perlu dihindari:

- Nasi, pasta, sereal, dan produk gandum

- Kacang dan biji-bijian

- Umbi-umbian, seperti ubi, kentang, wortel

- Makanan atau minuman manis, seperti permen, es krim, cake, jus buah dan soda

- Lemak tidak sehat dari minyak sayur atau mayonaise

- Minuman mengandung alkohol

Diet keto sendiri dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka pendek (mulai dari 23 minggu hingga batas maksimal 612 bulan) sebatas untuk mengurangi lemak tubuh dan memperbaiki kesehatan, selanjutnya diikuti dengan pola hidup sehat. Jangan terlalu berlebihan sehingga bisa membuat tubuh malah jadi sakit ya Moms!

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

Artikel Asli