Alasan Pasien Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Selalu Bergejala Parah

limapagi.id | Gaya Hidup | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:04
Alasan Pasien Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Selalu Bergejala Parah

LIMAPAGI - Kondisi kesehatan tertentu yang terkonfirmasi positif Covid-19 bisa mengalami risiko tinggi. Termasuk golongan komorbid seperti hipertensi hingga diabetes.

Tentu menjadi pertanyaan banyak penderita diabetes mengapa hal tersebut bisa terjadi? Kali ini Janaki Vakharia, MD, rekan klinis di Divisi Endokrinologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, ingin menjelaskan singkat mengenai hal di atas.

"Mereka berisiko tinggi yang lebih parah berdasarkan apa yang telah kita lihat dan pelajari selama ini dari studi yang ada," katanya, dirangkum dari laman Massgeneral.

Janaki juga memiliki pengalaman pasien yang memiliki diabetes dan cenderung memiliki reaksi yang lebih parah terhadap Covid-19. Lantas, ia menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

"Hubungan antara diabetes dan Covid-19 memang tidak diketahui secara pasti. Tetapi jika merujuk dari beberapa penelitian karena adanya ganguan sistem kekebalan tubuh," tambahnya.

Menurutnya kondisi tersebut akan memengaruhi kemampuan untuk sembuh dari penyakit, termasuk Covid-19. Selain itu, jika diabetes tak terkontrol juga menjadi alasan.

"Terutama jika tidak terkontrol untuk jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan peradangan, yang juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan peradangan dapat terjadi ketika ada tingkat cidera pada sel dan sulit untuk meningkatkan penyembuhan.

"Jadi, peradangan, dari waktu ke waktu, sebenarnya bisa lebih merusak daripada membantu, kata Dr. Vakharia.

Selain itu, ada penanda dalam darah yang bisa mengukur peradangan. Secara klinis, ia telah melihat pasien yang memiliki Covid-19 lebih parah memiliki penanda peradangan yang lebih tinggi. Penanda ini juga tampaknya lebih tinggi pada pasien yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.

"Sementara tipe diabetes tidak memengaruhi respons seseorang terhadap virus corona, seberapa baik pengelolaan diabetes mereka, atau apakah mereka memiliki penyakit penyerta seperti obesitas atau hipertensi, memiliki dampak," pungkasnya.

Artikel Asli