Mengenang Dhalia Artis Top Era 1950-an, Peraih Piala FFI Pertama Pemeran Utama Wanita Terbaik

inewsid | Gaya Hidup | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:29
Mengenang Dhalia Artis Top Era 1950-an, Peraih Piala FFI Pertama Pemeran Utama Wanita Terbaik

JAKARTA, iNews.id - Nama Dhalia di industri perfilman Indonesia tercatat dalam sejarah. Dia merupakan aktris pertama di era 1950-an yang meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) pada 1955.

Mengulik perjalanan hidupnya, Dhalia merupakan aktris kelahiran Medan pada 10 Februari 1927. Sebelum menggeluti dunia hiburan, dia sempat mengenyam pendidikan di HIS Muhammadiyah pada 1939, dan MULO Yogyakarta pada 1942.

Melansir dari situs Film Indonesia, Kamis (16/9/2021), Dhalia mulai tertarik menggeluti dunia kesenian usai tamat dari HIS Muhammadiyah. Dia ingin mengikuti jejak ayahnya, Tengku Katam, yang merupakan seorang pemilik rombongan sandiwara Dhalia Opera, tempat artis Roekiah pernah bergabung.

Padahal, ayahnya saat itu menginginkan putrinya fokus dengan pendidikannya di MULO untuk melanjutkan ke sekolah tinggi agama Al Azhar di Kairo, Mesir. Tetapi, langkah Dhalia justru tertuju pada panggung sandiwara, yang pada akhirnya mengantarkan dia sebagai aktris terkenal.

Berangkat dari panggung sandiwara, Dhalia mulai terjun ke dunia film pada 1940, di mana dia ikut membintangi film Pantjawarna. Uniknya, film garapan Njoo Cheong Seng tersebut diiringi dengan 12 lagu keroncong yang sedang populer pada masa itu. Saat itu Pantjawarna menjadi film musikal pertama dalam sejarah Indonesia.

Sejak itulah Dhalia mulai banyak membintangi film-film Indonesia lainnya. Mulai dari Mustika Dari Jemar (1941), Boenga Sembodja (1942), Sorga Terachir (1952), Chandra Dewi (1952), Sangkar Emas (1952), dan Lewat Djam Malam (1954) yang membuatnya meraih penghargaan FFI pertama pada 1955.

Dari awal kariernya di dunia film hingga 1956, Dhalia tercatat telah membintangi 18 film, dan semuanya sebagai pemeran utama. Setelah itu, tepatnya usai film Peristiwa di Danao Toba (1955), dia untuk sementara tidak aktif lagi di dunia film.

Meskipun demikian, nama Dhalia tetap terkenal sebagai aktris sekaligus pemain watak. Kemudian pada era 1970-an, Dhalia kembali terjun ke dunia film lewat Last Tango in Jakarta pada 1973. Di film itu, Dhalia beradu akting dengan aktris-aktris top pada masanya seperti Rahayu Effendi dan Nurnaningsih.

Sejak itu, Dhalia terus eksis di jagat perfilman Indonesia hingga era 1990-an. Meski tidak lagi memerankan peran utama, namun beberapa kali namanya dinominasikan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di FFI. Di antaranya saja nominasi di kategori tersebut untuk film Usia 18 di FFI 1981 dan Bukan Istri Pilihan pada FFI 1982.

Film terakhirnya yakni Ketika Dia Pergi (1990). Setelah itu, di tahun 1991, tepatnya pada tanggal 14 April, Dhalia meninggal dunia di Jakarta. Dia mengembuskan napas terakhirnya di usia 64 tahun.

Artikel Asli