Israel Rilis Survei Soal Booster Vaksin Covid-19, Apa Hasilnya?

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 15/09/2021 15:17
Israel Rilis Survei Soal Booster Vaksin Covid-19, Apa Hasilnya?

Bisnis.com , JAKARTA Layanan Kesehatan Maccabi Israel merilis survei yang merinci efek samping dari suntikan vaksin dosis ketiga atau booster Covid-19 dan persentase orang yang merasakannya pada Senin (13/9/2021).

Lebih dari 2,9 juta penduduk Israel telah memilih untuk mendapatkan suntikan ketiga dari vaksin Covid-19 Pfizer. Satu dana kesehatan, Layanan Kesehatan Maccabi telah merilis laporan tentang efek samping yang dialami beberapa kliennya setelah suntikan booster tersebut.

Survei ini dilaksanakan pada periode 3-6 September 2021 terhadap 9.222 orang dengan usia di atas 18 tahun. Adapun, persentase 41 persen pria dan 59 persen wanita.

Dana kesehatan menunjukkan bahwa sementara mayoritas orang mengalami beberapa efek samping dari vaksin, dan tidak satupun dari mereka yang mengancam jiwa. Selain itu, efek samping dari suntikan booster vaksin Covid-19 biasanya hilang dalam satu sampai tiga hari.

"Setengah dari orang-orang mengatakan efek sampingnya lebih buruk untuk suntikan ketiga daripada yang kedua. Sementara itu, setengah dari mereka mengatakan mereka sama atau tidak seburuk itu," kata Layanan Kesehatan Maccabi Israel dilansir dari The Jerusalem Post, Rabu (15/9/2021).

Efek samping umum yang dirasakan penerima vaksin booster Covid-19 memiliki kategori yang berbeda-beda. Kategori tersebut di antaranya 57 persen melaporkan kelemahan dan kelelahan, 36 persen merasakan sakit kepala, 26 persen merasakan nyeri otot, dan 19 persen mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.

Kemudian berlanjut 14 persen mengalami nyeri sendi, 18 mengalami demam hingga 38 derajat Celsius, dan 9 persen mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius.

"Sedangkan sekitar 27 persen mengatakan mereka tidak memiliki efek samping umum," tulis

Sebagian besar orang yang disuntik 87 persen mengalami rasa sakit di tempat suntikan, 18 persen lainnya mengalami pembengkakan, 6 persen kemerahan dan 4 persen kesemutan, serta 9 persen tidak memiliki masalah di tempat suntikan.

Ada pun survei tersebut menujukkan persentase meredanya efek samping dari suntikan booster Covid-19.

Untuk 43 persen orang, efek samping hilang dalam sehari. 41 persen orang, efek samping hilang dalam dua sampai tiga hari. Sebanyak 17 persen lainnya mengatakan bahwa efek sampingnya bertahan lebih lama, tulis survei seperti yang dilansir The Jerusalem Post.

Meski demikian, sebanyak 96 persen penerima suntikan ketiga yang menjawab survei mengatakan mereka tidak perlu mendapatkan bantuan medis atau saran untuk mengatasi efek sampingnya.

Artikel Asli