Pelawak Legendaris Kang Ibing Hijrah Jadi Pendakwah, Meninggal Dunia di Pangkuan Putranya

inewsid | Gaya Hidup | Published at 15/09/2021 14:57
Pelawak Legendaris Kang Ibing Hijrah Jadi Pendakwah, Meninggal Dunia di Pangkuan Putranya

JAKARTA, iNews.id - Nama Kang Ibing di industri hiburan terkenal sebagai pelawak dan aktor senior yang aktif sejak era 1970-an. Namun, di akhir hidupnya, pelawak bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusiyana Samba Kurnia Kusumadinata ini populer sebagai dai atau penceramah.

Ya, pelawak yang lekat dengan imej Kabayan tersebut memilih untuk hijrah dan menyiarkan ajaran-ajaran Islam di berbagai daerah, hingga sampai ke luar negeri. Rupanya, banting setir menjadi seorang penceramah adalah suatu ketidaksengajaan bagi Kang Ibing.

Hal tersebut diceritakan putra Kang Ibing, Dikdik Kusmadika, dalam wawancaranya bersama salah satu stasiun televisi swasta. Dia mengatakan, saat itu, ayahnya tiba-tiba ditawari menjadi penceramah di acara temannya.

"Pada saat itu beliau sedang nangkring di stasiun sama temannya, saya lupa namanya. Temannya itu punya hajat, kebetulan saat itu penceramahnya berhalangan hadir. Akhirnya temannya kan tahu, papa tuh aktor juga suka ngelawak juga, lalu dia bilang Bing lu mau enggak ceramah di tempat gue? Waktu itu papa bilang, boro-boro ceramah," kisah Dikdik, dikutip dari kanal YouTube VDVC Religi, Rabu (15/9/2021).

Meski awalnya sempat ragu, akhirnya Kang Ibing menerima ajakan temannya, sebagai bentuk membantu teman. Namun, tidak disangka bahwa ceramahnya saat itu disukai. Sejak saat itulah, Kang Ibing kerap diundang sebagai penceramah.

"Dari situ lah mulai, ada yang manggil, ada yang manggil, nah ya mungkin anugerah juga ya," ujarnya.

Tak hanya di lingkungan sekitar, Kang Ibing juga menjadi penceramah di kota-kota di Jawa Barat, keluar Pulau Jawa, hingga luar negeri. "Ada yang ke Jepang, Australia, dan terakhir sebelum meninggal itu ke Korea Selatan," kata Dikdik lagi.

Pada tahun 2010, industri hiburan dikejutkan dengan kabar meninggalnya Kang Ibing. Pria kelahiran Sumedang, 20 Juni 1946 itu, mengembuskan napas terakhirnya di pangkuan putranya, pada usia 64 tahun di tanggal 19 Agustus 2010.

"Saya waktu itu enggak tinggal di rumah (sama papa). Tiba-tiba ditelepon mama, Dik, papa jatuh. Akhirnya saya datang (pulang), saya lihat papa lagi dibopong. Ya sudah, saya masuk mobil, saya duduk di belakang, dan papa tuh tidur di pangkuan saya. Saya pegang, kok badannya dingin," kisah Dikdik.

Saat itu, Kang Ibing sempat dibawa ke RSAI Bandung. Namun, ternyata sesampai di rumah sakit, Kang Ibing sudah tiada. "Ternyata, beliau tuh meninggalnya di sini (pangkuan) saya. Itu yang saya enggak bisa lupa," cerita Dikdik.

Jenazah Kang Ibing lalu dimakamkan di pemakaman Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang. Kepergian sang legenda dunia lawak Indonesia ini meninggalkan seorang istri dan tiga anak, yakni Dikdik Kusmadika, Mega Kusmananda, dan Diane Fatmawati.

Artikel Asli