FKY 2021 Digelar Full Daring, Akan Jadi Tonggak Sejarah

radarjogja | Gaya Hidup | Published at 15/09/2021 11:35
FKY 2021 Digelar Full Daring, Akan Jadi Tonggak Sejarah

RADAR JOGJA Seiring menyikapi pandemi Covid-19 penyelenggaraan Festival Kebudayaan Indonesia (FKY) #3 hadir dengan konsep baru yaitu full secara daring. Tajuk Mereka Rekam FKY 2021 kali ini dipilih yang kemudian dapat mewakili visi dan semangat pencatatan budaya setiap zamannya.

Konsep baru FKY 2021 tak lagi mementingkan visi untuk mendatangkan kunjungan sebanyak-banyaknya seperti berkaca tahun-tahun sebelumnya. Konsep pelaksanaan secara 100 persen mengandalkan teknologi informasi membawa konsekuensi tantangan yang berbeda dibandingkan sebelumnya.

Kami tahun ini cukup harus mau nggak mau memberanikan diri, karena tahun lalu formatnya tidak full daring. Kami tidak bisa berkaca dari tahun sebelumnya, kata Ketua I FKY 2021 Doni Maulistya ditemu Radar Jogja di venue, Sabtu (11/9).

FKY #3 yang dilaksanakan dengan konsep besar festival kebudayaan dari sebelumnya tahun 80an FKY adalah festival kesenian itu terinspirasi dari kondisi yang serba terbatas. Yaitu tentang kebiasaan manusia selama pandemi korona terutama pelaku kreatif semakin dekat dengan teknologi dan berbagai media.

Dari inspirasi itu kami menempatkan pencatatan kebudayaan sebagai visi besar penyelenggaraan FKY di tahun ini dan tahun mendatang, ujarnya.

Lalu apa yang dilakukan dengan visi pencatatan kebudayaan? Tahun ini berfokus mencatat tentang keberdayaan warga yang mendekati tiga cara pandang. Diantaranya mewakili sosok pelaku budaya, mewakili semangat zaman dan cara hidup keseharian di kota Jogja saat ini saat pagebluk korona. Praktis, tema Mereka Rekam mewakili visi misi tersebut yang memiliki dua makna sekaligus yakni mereka dan mereka.

Kami memang sedang merekam mereka-mereka orang ketiga yang ada di luar kami dan ada di Jogja untuk merekam keseharian mereka dan ciptaan mereka. Dan kami juga sedang mereka cara merekam kebudayaan dengan program-progran di festival ini, jelasnya.

Secara keseluruhan FKY 2021 dihadirkan dalam delapan kerangka program yaitu pembukaan, riset, pameran, pertunjukan, wicara, kompetisi, highlight show, dan penutupan. Program-program ini adalah alat catat untuk festival kebudayaan kali ini yang akan dipresentasikan secara daring di website www.fky.id sebagai konten yang bisa dinikmati oleh publik.

Semua subjek yang kita rekam memang selalu kami beritahu untuk sosialisasi bahwa FKY tahun ini kami 100 persen akan daring. Jadi kita butuh pelaksanaan perekaman-perekaman yang sebenarnya sudah terjadi dari beberapa minggu yang lalu, jelasnya yang menyebut proses persiapannya sejak Maret 2021 lalu.

Mendatangkan pengunjung secara daring adalah tantangan terberat dalam FKY kali ini. Terlebih kepada publik FKY yang tidak familiar dengan digital atau online misalnya kalangan orang tua. Maupun, publik FKY di wilayah blank spot yang tidak dapat dijangkau oleh internet. Berbagai kemungkinan buruk telah disiapkan, satu upayanya ialah menggandeng hub generasi untuk meneruskan konten yang disiapkan itu. Juga bekerjasama dengan berbagai pihak agar produksi FKY bisa diakuisisi oleh lembaga atau intstitusi kearsipan daerah. Sehingga publik dapat mengaksesnya baik secara fisik atay digital.

Bayangkan saja ketika konten-konten kita bisa diakses publik di tahun 2030 mendatang misalnya. Jadi terekam dan tersimpan dengan baik, terangnya.

Sementara, pelaksanaan festival ini akan berlangsung pada 16 September 7 Oktober 2021. Dalam pembukaan akan dilakukan selama 24 jam, mulai pukul 00.00. Dimana pembukaan sendiri akan dirancang dengan konsep seremoni digital di situs webwww.fky.id. Jangan lupa akses diweb kami, konten kami akan bertambah tiap harinya dan sudah ada jadwal-jadwalnya. Pun setelah 7 Oktober penutupan FKY konten kami di website masih bisa diakses, tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIJ Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, FKY tahun 2021 akan menjadi tonggak bersejarah untuk memaknai proses kebudayaan dimasa pandemi. Karena tema Mereka Rekam yang diangkat ini untuk memberikan ruang ekspresi dan mengapresiasi semua objek kebudayaan dalam bentuk adaptasi baru.

Tema ini menjadikan upaya pendokumentasian budaya sebagai bagian dari sejarah perjalanan FKY pada khususnya dan sejarah kebudayaan di DIJ pada umumnya. Sehingga semoga FKY 2021 semakin mampu dan berkembang menjadi ruang aktualisasi apresiasi semua proses berkebudayaan di DIJ dengan penyesuaian situasi dan kondisi yang sedang dan bahkan akan dihadapi di masa mendatang, untuk meneguhkan keistimewaan DIJ, katanya. (sce/wia/ila)

Artikel Asli