Hindari Makanan-makanan Ini Agar Tidak Terserang Migrain

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 15/09/2021 09:29
Hindari Makanan-makanan Ini Agar Tidak Terserang Migrain

Bisnis.com, JAKARTA Migrain adalah jenis sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Migrain termasuk penyakit saraf yang dapat memicu gejala seperti, mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara.

Banyak hal yang dapat memicu seragan migrain, mulai dari faktor hormone dan emosional hingga faktor fisik dan lingkungan.

Faktor makanan menjadi salah satu pemicu migrain terbesar, dimana pasien migrain biasanya akan mengalami serangan jika mereka melewatkan makan, menunda atau tidak teratur, atau mengalami dehidrasi.

Ada makanan tertentu yang dapat menyebabkan migrain, jadi penting untuk memahami makanan tersebut untuk menghindari peningkatan migrain.

Karena pemicu migrain pada tiap orang berbeda-beda, NHS menyarakan untuk membuat buku harian sakit kepala sebagai cara terbaik untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan migrain untuk Anda.

Andrea Burton, Penasihat Teknis di Bio-Kult menambahkan, sejauh menyangkut makanan, minuman dan bahan-bahan, tidak ada salahnya untuk mencoba mencari tahu apakah satu atau lebih makanan mungkin memicu sakit kepala Anda.

Hilangkan satu item pada satu waktu selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan catat informasi ini dalam buku harian sakit kepala Anda, kata Andrea.

Dalam buku harian sakit kepala Anda, lacak juga faktor-faktor lain yang terjadi dalam waktu 24 jam setelah sakit kepala. Misalnya, apakah Anda makan tepat waktu? Apakah Anda melewatkan jam makan? Ada persitiwa yangmembuat Anda stres? Atau apakah Anda sedang dalam siklus menstruasi? Dengan semua informasi ini di tangan, Anda dapat mulai memilah dan menemukan sendiri faktor-faktor yang memicu sakit kepala Anda.

Lantas, makanan apa yang memicu migrain?

Melansir Express, Rabu (15/9/2021), sekitar 20 persen sakit kepala dianggap karena kepekaan terhadap makanan, dengan pemicu makanan yang paling sering dilaporkan adalah:
Cokelat
Keju (blue cheese, brie, cheddar, stilton Inggris, feta, gorgonzola, mozzarella, muenster, parmesan, swiss)
Kopi atau minuman berkafein lainnya
Buah sitrus
Daging olahan yang mengandung sulfit dan/atau nitrat seperti bacon, sosis, salami dan ham
Kacang polong
Kacang-kacangan
Selai kacang
Kacang almond
Aditif seperti monosodium glutamat (MSG) dan aspartam (pemanis buatan)
Makanan berlemak atau asin
Minuman beralkohol (biasanya anggur merah dan bir)

Migrain dikaitkan dengan peradangan, maka dari itu sangat dianjurkan untuk mengikuti diet anti-inflamasi (seperti diet rendah GL), asam lemak omega-3 yang tinggi dari ikan berminyak, antioksidan dari buah dan sayuran berwarna dan rempah-rempah seperti kunyit dan jahe.

Penting juga bagi Anda untuk mengurangi lebih banyak makanan pro-inflamasi, seperti makanan olahan dan tinggi gula, minyak sayur dan bunga matahari dan biji-bijian berbasis sereal dalam jumlah berlebihan, kata Andrea.

Penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin B dapat memiliki efek terapeutik pada pasien migrain, jadi pertimbangkan untuk memasukkan telur, asparagus, semua sayuran hijau, wortel, ubi jalar, dan lentil dalam makanan Anda.

Selain itu, air, tentu saja dapat menjaga Anda tetap terhidrasi dan membantu mencegah Anda mengalami sakit kepala. Andrea menyarankan untuk setidaknya minum dua liter air sehari dan hindari kopi, teh dan alkohol yang bertindak sebagai diuretik.

Artikel Asli