Inilah Perbedaan Jenis Susu dan Cara Mengonsumsinya

glitzmedia.co | Gaya Hidup | Published at 15/09/2021 08:01
Inilah Perbedaan Jenis Susu dan Cara Mengonsumsinya

Yuk, disimak biar tidak keliru!


Ketika kecil, kita semua pasti akan didorong atau dipaksa untuk mengonsumsi susu setiap hari. Mulai dari pagi, siang, dan malam hari. Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), susu cairan yang dikeluarkan oleh payudara makhluk hidup perempuan atau betina pada binatang.

Seiring dengan pertambahan usia, manusia hanya bisa mengonsumsi susu yang dihasilkan oleh binatang betina, dalam hal ini adalah sapi. Namun dengan berkembangnya zaman, susu sapi ini kemudian berkembang. Menjadi beberapa jenis susu yang banyak dijual di pasaran.


Saking banyaknya jenis susu, terkadang kamu merasa bingung ketika hendak membeli. Terutama soal apa perbedaan susu yang satu dengan susu lainnya. GLITZMEDIA.CO telah mengompilasi setidaknya lima jenis susu yang umum ditemukan di pasar swalayan.


(Shilla Dipo/Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/mehrsjad rajabi)


SUSU KENTAL MANIS


(Foto: newhealthadvisor.com)


Susu pertama yang biasa ditemukan di pasaran adalah susu kental manis. Susu kental manis sebetulnya bukanlah jenis susu yang seperti kamu bayangkan. Dalam proses pembuatannya, susu dipanaskan dengan suhu 80 derajat celcius selama tiga jam.


Proses ini dilakukan untuk menghilangkan sebagian air yang ada di dalam susu. Setelah itu, susu dievaporasi secara bertahap supaya teksturnya menjadi kental. Tidak lupa ditambahkan gula yang berfungsi sebagai pemanis juga pengawet.


Karena itu, susu kental manis sebetulnya sangat tidak sehat. Lantaran memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi dibandingkan dengan zat gizinya. Karena itu, susu ini tidak baik dikonsumsi terlalu banyak.


SUSU BUBUK


(Foto: bloomberg.com)


Susu kedua yang biasa ditemukan di pasaran adalah susu bubuk. Susu bubuk biasanya ada di dalam produk susu untuk bayi, batita, balita, anak-anak, hingga lansia. Proses membuat susu bubuk berbeda dengan susu kental manis.


Pertama susu dikeringkan dalam suhu 200 derajat celcius dengan spray dryer atau roller dryer. Sayangnya, karena proses ini kandungan nutrisi di dalam susu justru hilang. Sehingga, untuk menyiasatinya dilakukanlah fortifikasi. Alias penambahan kandungan nutrisi ke dalam susu bubuk tersebut.


SUSU UHT


(Foto: telegraph.co.uk)


Susu ketiga yang sering ditemui di pasaran adalah susu UHT. Susu UHT atau Ultra High Temperature, adalah susu yang diproses dengan dipanaskan dalam suhu 135 sampai 140 derajat celcius dalam waktu dua sampai empat detik saja. Benar-benar singkat!


Susu UHT bisa dibilang adalah susu yang baik untuk dikonsumsi. Karena saat dipanaskan, yang hilang dari dalam susu hanyalah bakteri pembusuk dan patogen. Susu ini juga tidak mengandung pengawet sehingga hanya mampu bertahan selama enam sampai sepuluh bulan.


Meskipun baik untuk dikonsumsi, tetap saja ada batasan berapa kamu atau anakmu boleh mengonsumsinya setiap hari. Batas maksimal konsumsi susu UHT pada anak-anak hanya sebesar 600 ml. Sedangkan untuk orang dewasa jumlahnya tidak jauh, hanya sebesar 750 ml saja.


Susu ini juga hanya boleh dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia di atas satu tahun. Jadi jangan sesekali kamu memberikan susu UHT pada anak-anak di bawah usia tersebut, ya!


SUSU PASTEURISASI


(Foto: thestar.com)


Susu berikutnya yang juga sering ditemui di pasaran adalah susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi diproses dengan cara dipanaskan dalam suhu 72 derajat celcius selama 15 detik. Saat proses tersebut berlangsung, hanya patogen yang mati. Sedangkan bakteri pembusuk dapat bertahan hidup.


Itulah mengapa, susu jenis ini lebih cepat rusak atau basi dibandingkan dengan jenis susu yang lain. Maka dari itu, jika kamu membeli susu pasteurisasi harus segera dihabiskan terutama bila kamu sudah membuka kemasannya.


SUSU STERILISASI

(Foto: unsplash.com/nikolai chernichenko)


Susu sterilisasi menjadi jenis susu terakhir yang sering kita temukan di pasaran. Proses pembuatan susu sterilisasi adalah pertama susu segar dipanaskan dalam suhu 120 derajat celcius selama 15 menit. Proses ini akan mematikan organisme jahat, seperti yang terjadi dalam proses pembuatan susu UHT.


Sayangnya, efek dari proses pemanasan tersebut tidak hanya mematikan organisme jahat. Tetapi juga menghilangkan gizi dan beberapa bakteri baik. Tetapi susu ini diproses secara steril, sehingga mampu bertahan lama. Bahkan jika diletakkan di luar lemari pendingin, susu sterilisasi dapat bertahan lama.

Artikel Asli