Alanis Morisette Ungkap Jadi Korban Perkosaan di Usia 15 Tahun, Jalani Terapi Bertahun-Tahun

tabloidbintang | Gaya Hidup | Published at 14/09/2021 12:30
Alanis Morisette Ungkap Jadi Korban Perkosaan di Usia 15 Tahun, Jalani Terapi Bertahun-Tahun

Baru-baru ini, Alanis Morisette membuat pengakuan kalau dirinya pernah jadi korban perkosaan. Bahkan tidak sekali, yakniketika masih berusia 15 tahun. Penyanyi yangkini berusia 47 tahun itu sampai menjalani terapi bertahun-tahun. Pengalaman suram ini terlalu berat bagi gadis berusia 15 tahun. Mimpi buruk menghantuinya bermalam-malam selama beberapa tahun.

Dalam sebuah video dokumenter Jagged, Alanis mengatakan, Saya membutuhkan bantuan, karena pada awalnya saya tidak bisa bicara tentang ini. Tapi semakin saya pendam, semakin menjadi mimpi buruk untuk diri saya sendiri. Menjadi korban perkosaan, di usia yang sangat muda benar-benar horor.

Kejadian di masa lalu itu membuat saya menjalani terapi bertahun-tahun, gimana saya bisa menerima keadaan itu, gimana saya bisa menerima diri saya kembali, adalah perjalanan yang tidak mudah dan panjang, ungkap Alanis. Dia menggambarkan, di usia 15 tahun dia hanya gadis lugu, yang bahkan tak menyadari kalau dirinya sudah mulai beranjak dewasa. Dia bahkan tidak sadar, kalau dia memiliki daya tarik. Saya tidak merasa saya 15 tahun. Dan mereka adalah pedophil yang telah merusak hidup saya, kataAlanis Morisette.

Alanis Morisette bersyukur dia akhirnya bisa melewati masa-masa suram ini di fase kehidupan remajanya. Bisa percaya lagi pada lelaki, dan tidak kecanduan seks. Karena dua hal ini adalah, hal-hal yang biasa terjadi pada seseorang yang mengalami trauma perkosaan di masa lalu. Pelantun lagu Ironic ini, menikah dengan Mario Souleye Treadaway dan memiliki 3 orang anak: Ever (10), Onyx (5), dan Winter (2). Sampai hari ini, Alanis tak menyebut nama-nama orang yang mengerjai-nya di usia 15 tahun, yang pasti mereka adalah para lelaki yang lebih tua darinya. Kesuskesan dan keluarga, telah membuatnya memaafkan dan memilih move on, fokus pada kehidupan yang ada di depannya.

Ini adalah rahasia yang dulu saya simpan sendiri. Karena menceritakannya, juga belum tentu membuat saya mendapat pertolongan. Apa yang bisa dibuat orang? Dulu saya berpikir seperti itu, ucap Alanis Morisette.

Artikel Asli