Vaksin Protein S Tidak Bermanfaat Dibandingkan Vaksin Virus Utuh? Ini Faktanya

okezone | Gaya Hidup | Published at 14/09/2021 09:01
Vaksin Protein S Tidak Bermanfaat Dibandingkan Vaksin Virus Utuh? Ini Faktanya

BELUM lama ini beredar unggahan di akun media sosial Facebook yang menjelaskan tentang kode protein S pada varian virus covid-19. Akun Facebook dengan nama Pakdhe Indro itu mengklaim vaksin yang mengkode protein spike tidak bermanfaat dibanding vaksin dengan virus utuh.

Ia bahkan mengaku tidak mau divaksinasi menggunakan vaksin yang mengkode protein S, karena hanya memiliki 2 persen perbedaan. Lantas, apakah informasi ini benar, atau hoaks semata?

Pakar kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut tidaklah benar alias hoaks.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

Menurut dia, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan vaksin virus utuh lebih baik dan mempan dari vaksin yang mengkode protein spike (tanduk) saja. Vaksin dengan sel virus utuh yang dimatikan seperti Sinovac dan Sinopharm pasti lebih mempan daripada vaksin yang mengkode protein spike.

Vaksin yang mengkode protein spike misalnya vaksin yang berbasis mRNA seperti Moderna dan Pfizer atau viral vector seperti AstraZeneca. Bukti ilmiah menyatakan semua vaksin yang ada di Indonesia masih mempan terhadap varian baru termasuk varian delta walau memang sedikit berkurang efektivitasnya.

Walaupun vaksin jenis mRNA atau viral vector hanya menstimulasi pembentukan protein tanduk (spike protein), protein ini merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pengenalan virus oleh sistem imun sehingga virus dapat dinetralkan dengan tujuan mencegah gejala sekaligus mencegah kondisi infeksi berat jika terinfeksi.

Artikel Asli