500 Ribu Dosis Vaksin Johnson and Johnson Mulai Didistribusikan ke Wilayah Aglomerasi

radartegal | Gaya Hidup | Published at 14/09/2021 04:00
500 Ribu Dosis Vaksin Johnson and Johnson Mulai Didistribusikan ke Wilayah Aglomerasi

Vaksin COVID-19 Johnson and Johnson telah tiba di Indonesia. Sebanyak 500 ribu dosis vaksin akan didistribusikan ke sejumlah daerah aglomerasi yang berada di Jawa Bali.

Karena daerah aglomerasi itu ada tujuh daerah di Jawa Bali. Mungkin tidak semua wilayah di daerah aglomerasi mendapatkan vaksin Johnson and Johnson, kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Senin (13/9).

Dia mengatakan saat ini pemerintah tengah memperhitungkan wilayah yang menjadi prioritas pendistribusian vaksin tersebut. Termasuk cara mempercepat vaksinasi di daerah aglomerasi itu.

Menurutnya, vaksin tersebut memiliki perbedaan dengan vaksin-vaksin yang telah diberikan sebelumnya. Vaksin Johnson and Johnson hanya akan disuntikkan satu kali kepada masyarakat yang telah berusia 18 tahun ke atas.

Kita tahu efikasi dari vaksin ini adalah sebesar 67 persen. Ini akan digunakan pada masyarakat usia di atas 18 tahun. Hanya satu kali suntikkan. Jadi berbeda dengan vaksin lainnya yang sudah ada sebelumnya, terang Nadia.

Pada 7 September 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) pada vaksin Johnson and Johnson. Sehingga vaksin itu dinyatakan aman untuk disuntikkan.

Karena telah mendapatkan izin dari BPOM, publik diminta segera mendapatkan vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah. Tujuannya agar tetap terlindung dari penularan COVID-19.

Dengan kondisi ketersediaan vaksin yang cukup, tentunya masyarakat segera mendaftarkan diri untuk divaksin, tukasnya.

Seperti diketahuipada 11 September 2021, Indonesia telah mendapatkan 500.000 dosis vaksin COVID-19 merek Johnson and Johnson. Ini merupakan vaksin skema bilateral yang diberikan sebagai bentuk hibah dari Pemerintah Belanda dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. (rh/zul)

Artikel Asli