Bra Kawat Tingkatkan Risiko Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 13/09/2021 12:59
Bra Kawat Tingkatkan Risiko Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Bisnis.com , SOLO - Isu bra berkawat dapat menyebabkan kanker payudara berangkat dari teori di mana kawat memungkinkan aliran cairan getah bening atau limfatik terhalang, sehingga racun tidak cukup dikeluarkan dan malah menumpuk di dalam tubuh.

Menanggapi hal itu, dilansir dari Livestrong pada Senin (13/9/2021), profesor bedah dan anggota UCLA Jonsson Comprehensive Cancer Center, Deanna Attai pun menjelaskan bahwa sistem limfatik terdiri dari pembuluh limfatik, cairan limfatik, dan kelenjar getah bening.

"Cairan limfatik [ini lalu] bersirkulasi melalui pembuluh limfatik dan kaya akan sel kekebalan yang dikenal sebagai limfosit, yang penting dalam respons tubuh terhadap bakteri dan virus. [Sementara] kelenjar getah bening, yang ada di seluruh tubuh, berfungsi sebagai filter untuk cairan limfatik," ucapnya.

Selain itu, sistem limfatik juga mempertahankan kadar cairan dalam tubuh dan mengangkut nutrisi dari usus ke aliran darah.

"Saluran limfatik juga merupakan tempat tubuh membuang bakteri, virus, dan bahkan sel kanker. Kemudian, sistem kekebalan menyerang apa pun yang seharusnya tidak ada di kelenjar getah bening," kata Marisa Weiss, pendiri dan kepala medis Breastcancer.org.

Jadi, bisakah bra berkawat ini menghalangi aliran cairan ke kelenjar getah bening dan menyebabkan kanker?

"Orang-orang khawatir bahwa cairan limfatik bisa tersangkut di payudara. Dan jika tubuh direndam dalam cairan tidak sehat yang mengandung sel-sel abnormal atau produk limbah, maka lama kelamaan dapat mencemari payudara dan menyebabkan masalah seperti kanker," kata Weiss.

Namun demikian, bukan berarti jika payudara ditekan akan menghentikan aliran cairan limfatik.

Faktanya adalah bahwa cairan limfatik tetap beredar, bahkan ketika mengenakan pakaian yang memberi tekanan pada saluran limfatik," kata Weiss.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention pun menemukan bahwa tidak ada aspek pemakaian bra, termasuk ukuran cup, jumlah jam pemakaian per hari, dan memiliki kawat atau tidak, yang berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker.

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa bra berkawat menyebabkan kanker. Jika wanita merasa nyaman dengan bra berkawat, saya tidak melihat ada kerugiannya," kata Deanna Attai.

Artikel Asli