Kopi dan Diet Sehat Menurunkan Risiko Terhadap Covid-19, Ini Kata Ahli

limapagi.id | Gaya Hidup | Published at 13/09/2021 11:20
Kopi dan Diet Sehat Menurunkan Risiko Terhadap Covid-19, Ini Kata Ahli

LIMAPAGI - Salah satu gaya hidup sehat yang banyak diterapkan adalah mengonsumsi makanan sehat. Namun, ternyata kopi juga bisa menjadi salah satu gaya hidup sehat, asal tidak mencampurnya dengan tambahan seperti creamer dan gula.

Menerapkan gaya hidup sehat memiliki banyak manfaatnya, salah satunya menjaga kesehatan tubuh. Bahkan, menurut studi baru di Northwestern Medicinemenunjukkan bahwa konsumsi kopi dan makanan sehat juga sangat berkaitan dengan Covid-19.

Ditemukan hasil studi bahwa kopi dan makan banyak sayur dapat memberikan perlindungan kepada seseorang terhadap Covid-19.

"Nutrisi seseorang berdampak pada kekebalan, dan sistem kekebalan memainkan peran kunci dalam kerentanan dan respons individu terhadap penyakit menular, termasuk Covid-19," kata penulis senior Marilyn Cornelis, yang juga seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg, seperti dirangkum Limapagi dari laman Northwestern .

Lebih lanjut, Cornelis mengatakan selain tetap menjalankan pedoman yang sudah ada seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan hingga menjaga jarak, ada cara lain seperti di atas yang cukup mudah dilakukan.

"Kami memberikan dukungan untuk cara lain yang relatif sederhana di mana individu dapat mengurangi risiko mereka dan itu adalah melalui diet dan nutrisi, kata Cornelis.

Satu atau lebih cangkir kopi per hari dikaitkan dengan sekitar 10 persen penurunan risiko Covid-19, dan konsumsi sayuran setidaknya 0,67 porsi per hari (dimasak atau mentah, tidak termasuk kentang) dikaitkan dengan risiko infeksi Covid-19 yang lebih rendah.

Konsumsi daging olahan sedikitnya 0,43 porsi per hari dikaitkan dengan risiko Covid-19 yang lebih tinggi.

Sejauh ini, sebagian besar penelitian Covid-19 berfokus pada faktor individu yang dinilai setelah tes Covid-19 positif. Individu dengan sistem kekebalan yang lemah dan penyakit lain lebih berisiko parah ketika terinfeksi.

Kopi adalah sumber utama kafein, tetapi ada juga lusinan senyawa lain yang berpotensi mendasari asosiasi pelindung yang kami amati, kata Cornelis.

Penelitian ini melibatkan 37.988 peserta yang dites dan 17 persen positif. Dengan, menggunakan data dari Biobank Inggris, para peneliti memeriksa hubungan antara perilaku diet yang diukur pada 2006-2010 dan infeksi Covid-19 pada Maret hingga Desember 2020, sebelum vaksin tersedia.

Mereka berfokus pada, pertama faktor diet yang datanya tersedia dan sebelumnya terlibat dalam kekebalan berdasarkan penelitian pada manusia dan hewan, kedua asupan kopi, teh, sayuran, buah, ikan berlemak, daging olahan dan daging merah.

Dengan adanya penelitian ini, ia berharap dapat menggunakan informasi ini untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana diet dan nutrisi menawarkan perlindungan dari penyakit.

Meski begitu, ditegaskan bahwa kopi dan sayuran bukanlah pengganti vaksin dan tindakan pencegahan lain yang direkomendasikan dalam memerangi pandemi.

Artikel Asli