Mengenang Srimulat, Perempuan Berdarah Ningrat Pendiri Grup Lawak Legendaris Indonesia

inewsid | Gaya Hidup | Published at 13/09/2021 10:42
Mengenang Srimulat, Perempuan Berdarah Ningrat Pendiri Grup Lawak Legendaris Indonesia

JAKARTA, iNews.id - Mendengar nama Srimulat tentu tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Grup lawak ini sudah ada sejak era 1950-an.

Lahirnya grup lawak legendaris tersebut tak lepas dari sosok perempuan berdarah ningrat bernama Raden Ayu Srimulat. Bagaimana kisahnya?

Ya, Raden Ayu Srimulat merupakan putri bangsawan dari Jawa Tengah. Dia adalah anak dari Raden Mas Adipati Aryo Tjitrosoma, yang merupakan seorang wedana di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Perempuan kelahiran 7 Mei 1908 ini terkenal sebagai pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 1950-an hingga 1960-an. Kecintaannya pada dunia seni, sudah terlihat sejak berusia 12 tahun. Saat itu, Srimulat kecil sudah pandai menembang, menari, dan membatik.

Kariernya di panggung, bermula saat dia nekat kabur dari rumah ke Surakarta dan Yogyakarta. Kepergiannya dari rumah mengantarkannya ke dalang Ki Tjermosugondo yang sedang kondang. Selang satu tahun kemudian, Srimulat bergabung dalam Ketoprak Candra Ndedari pimpinan Ki Retsotruno.

Srimulat muda lalu mengawali kiprahnya menjadi pemain rombongan ketoprak Mardi Utomo di Magelang dan Rido Carito. Dari situ dia terkenal di berbagai lapisan masyarakat, baik kalangan atas hingga kalangan bawah.

Sebelum mendirikan grup lawak Srimulat, dia beberapa kali pentas dari panggung ke panggung. Dia bahkan pernah dikontrak untuk masuk dapur rekaman oleh perusahaan piringan hitam Burung Kenari, Columbia, dan His Master's. Lagu-lagu yang pernah dinyanyikannya, yakni Kopi Susu, Padi Bunting, Janger Bali, dan lainnya.

Grup lawak Srimulat didirikan pada 1950. Bersama suaminya, Teguh Slamet Rahardjo, dia menamakan grup tersebut Gema Malam Srimulat. Awalnya, Gema Malam Srimulat adalah kelompok seni keliling yang melakukan pertunjukan dari satu kota ke kota lain di Jawa Timur sampai Jawa Tengah.

Penyanyinya waktu itu, antara lain Kusdiarti, Suhartati, Ribut Rawit, Maleha, Rumiyati dan Srimulat sendiri. Sementara Teguh, menjadi pemain gitar dan biola. Rombongan seni suara dan tari ini memulai lawakan pertama mereka pada 30 Agustus 1951 dengan menampilkan tokoh-tokoh dagelan Mataram, seperti Wadino (Bandempo), Ranudikromo, Sarpin, Djuki, dan Suparni.

Sebelum bernama Srimulat, grup ini sempat berganti nama menjadi Srimulat Review. Kemudian, memasuki 1957, namanya berubah lagi menjadi Aneka Ria Srimulat.

Di sisi lain, Srimulat sempat membintangi sejumlah film Indonesia di era 1950-an. Mulai dari Sapu Tangan (1949), Bintang Surabaja (1951), Putri Sala (1953), Sebatang Kara (1954) dan Radja Karet dari Singapura (1956). Setelah mendedikasikan hidupnya di dunia kesenian, RA Srimulat meninggal dunia pada 1968.

Artikel Asli