Sering Terbangun Malam Hari? Hati-hati, Bisa Berisiko Mati Muda Lho!

herstory | Gaya Hidup | Published at 13/09/2021 07:45
Sering Terbangun Malam Hari? Hati-hati, Bisa Berisiko Mati Muda Lho!

Hampir semua orang pernah mengalami terbangun tengah malam. Entah karena ingin ke toilet, badan berkeringat karena kepanasan, atau terbangun tanpa sebab. Lantas, sebenarnya terbangun tengah malam itu normal atau enggak, ya?

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang sering terbangun di malam hari berisiko meninggal di usia muda sebesar dua kali lipat. Namun, mereka bisa menguranginya dengan menyumbat telinga supaya enggak mendengar suara supaya enggak terbangun di malam hari.

Mengutip dari laman sindikasi Suara.com (13/9/2021), penelitian yang dipimpin oleh University of Adelaide, Australia, menemukan bahwa sering terbangun di malam hari terkait dengan tekanan darah tingi di antara masalah kesehatan lainnya.

Mereka menggunakan data dari tiga studi secara terpisah, di mana peserta memekai monitor tidur selama 1 malam tidur. Masing-masing diberi skor persentase beban gairah yang menggabungkan seberapa sering mereka terbangun di malam hari, berapa lama mereka terbangun dan dibandingkan dengan lamanya mereka tidur.

Para peserta penelitian ini ditindaklanjuti selama beberapa tahun yang berkisar dari rata-rata 6-11 tahun. Penulis utama studi, Mathias Baumert menemukan bahwa jumlah wanita yang sering terbangun di malam hari lebih sedikit daripada pria.

Namun, dilansir dati The Sun , perhatian utama penelitian ini adalah risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang merupakan masalah kesehatan terkait jantung atau pembuluh darah, seperti stroke atau serangan jantung.

Wanita yang paling sering terbangun di malam hai atau sekitar 6,5 persen dari tidur malam memiliki risiko 60-100 persen atau dua kali lipat meninggal dunia akibat penyakit kardiovaskular.

Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular adalah 12,8 persen lebih besar dibandingkan 6,7 persen. Risiko kematian dari semua penyebab juga meningkat antara 20 dan 60 persen.

Secara keseluruhan, semua risiko kematian itu meningkat dari 21 persen pada populasi umum wanita menjadi 31,5 persen. Sayangnya, temuan yang diterbitkan di European Heart Journal ini kurang signifikan pada pria.

Pria yang paling sering terbangun memiliki risiko 13,4 persen dan 33,7 persen meninggal akibat penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan 9,6 persen dan 28 persen pada pria yang tak sering terbangun.

Dominik Linz, profesor di departemen kardiologi di Pusat Medis Universitas Maastricht (Belanda) mengatakan belum paham penyebab adanya perbedaan antara pria dan wanita.

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

Artikel Asli