Tips Negosiasi Gaji saat "Interview" Panggilan Lamaran Pekerjaan

koran-jakarta.com | Gaya Hidup | Published at 13/09/2021 00:45
Tips Negosiasi Gaji saat "Interview" Panggilan Lamaran Pekerjaan

Pertanyaan:
Bu Rossa, sudah tiga kali saya gagal interview di tahap akhir panggilan lamaran pekerjaan. Salah satu yang sangat menjebak adalah fase negosiasi gaji.
Saya selalu berusaha bertahan dengan nominal gaji yang saya inginkan, tapi pihak HRD sepertinya sudah menyiapkan berbagai strategi untuk membendungnya.
Saya tipe orang yang kaku dan kurang pandai berbicara. Mohon advisnya ya Bu, agar saya segera dapat diterima bekerja..

Jawaban:
Saat menjalani interview, tidak semua pelamar akan mengalami fase negosiasi gaji. Biasanya, fase ini termasuk fase pengujung dari tahapan-tahapan awal yang telah dijalani sebelumnya. Namun, meskipun sudah hampir mencapai finish, tapi jika fase ini gagal maka semuanya menjadi tidak berarti.
Oleh karena itu, pelamar harus mempersiapkan diri dengan baik ketika telah sampai di tahap ini karena pihak HRD perusahaan pasti memiliki berbagai pertimbangan dan strategi. Seringkali tawaran gaji dari perusahaan tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pelamar itu sendiri.
Berikut tips-tips jitu agar Anda tidak menyesal saat melakukan negosiasi gaji.

1. Meneliti "Range" Pasaran
Cara yang paling awal dilakukan adalah meneliti range pasaran gaji untuk kualifikasi karyawan. Beberapa analisis yang dapat diambil misalnya upah minimum suatu daerah, gaji rata-rata berdasarkan penelitian di internet, serta rincian kebutuhan umum seorang karyawan.
Bagi karyawan yang belum menikah, carilah range sesuai dengan karakteristik. Semakin mirip range-nya, maka semakin mudah juga untuk menulis angka perkiraan pengajuan gaji yang akan diterima.

2. Stay Calm
Jangan bersikap gegabah. Sebuah nego gaji akan bisa bermakna apabila sifatnya polar. Dalam artian, salah satu kutub tidak condong dan tertarik dengan kutub lainnya.
Pastikan kondisi ekspresi wajah tidak terlalu senang dan sedih saat menerima berita bahwa interview akan dilaksanakan. Pasang ekspresi ramah yang wajar dan tidak menimbulkan kesimpulan dari staff HRD.
Bagaimanapun juga, staff HRD adalah orang yang sering berhadapan dengan para calon karyawan. Jadi mereka sudah paham betul mimik wajah mana yang mengesankan harapan besar dan mereka yang tenang. Ekspresi tenang membuat seseorang tidak mudah ditekan saat proses penawaran berlangsung.

3. Tulis Nominal Gaji
Berdasarkan pendapat para staff HRD, calon karyawan yang menulis dengan jelas berapa range yang diinginkannya akan lebih dihargai. Mengapa demikian? Karena hal ini berkaitan dengan harga profesionalisme yang tidak bisa dikatakan relatif.
Terlalu klise untuk menulis "sesuai kebijakan perusahaan" karena tentu setiap orang punya batas minimal dan maksimal untuk kalimat tersebut.

4. Jumlah Angka Ganjil dan Teorinya
Sebuah penelitian dalam Journal of Experimental Social Psychology menjelaskan bahwa sebuah angka khusus akan berpengaruh pada semakin tingginya nilai loyalitas. Mengapa demikian? Karena dengan mendapatkan persetujuan gaji sesuai angka tersebut maka seseorang sudah terpenuhi keinginan dan kebutuhannya.
Setelah kedua hal tersebut terpenuhi, maka sikap loyal dan kinerja akan meningkat karena tidak ada lagi kebutuhan yang dipikirkan.

5. Ini Negosiasi Gaji, Bukan Jual Beli
Meskipun pembeli dan penjual juga melakukan penawaran, tetapi hal ini jauh berbeda dengan negosiasi gaji. Karena pada fase ini, calon karyawan dan staff HRD harus dipandang sebagai 2 pihak yang akan bekerja sama.
Bukan salah satu lebih membutuhkan yang lain. Jika hal ini terjadi maka proses penawaran tidak akan menjadi sehat dan hasilnya pun dapat mengecewakan.

6. Menjelaskan Rencana Kontribusi
Apa yang akan diperoleh perusahaan jika memberi gaji sesuai range yang ditetapkan calon karyawan? Tentu harus ada hal besar yang diberikan. Jelaskan rencana kontribusi tersebut saat negosiasi gaji. Dengan demikian, perusahaan bisa memetakan apakah sang pelamar benar-benar layak atau tidak.
Jika kontribusinya tinggi tentu akan membuat pihak perusahaan yakin dan menyetujui rentangan gaji tersebut secara profesional. Win-win solution adalah tujuan akhir dari tahap negosiasi gaji ini. Kedua belah pihak harus saling diuntungkan sehingga tujuan dari masing-masing pihak dapat tercapai.

7. Hindari Jual Mahal
Banyak para fresh graduate atau orang berpengalaman yang bersikeras ingin nominal gaji tertentu karena pernah mencari informasi tentang kualifikasi serta range yang seharusnya diterima.
Hal ini bisa dikatakan salah, karena meskipun tahu tentang range yang berkaitan dengan skill, tetapi banyak faktor lain yang bisa menurunkan range tersebut seperti tingginya kompetitor, perusahaan tergolong baru, usia pelamar, pengalaman kerja, dan sebagainya.

Artikel Asli